26 Januari 2009

Taat Kepada Pemimpin Yang Rusak Asal Masih Shalat?

Mereka yang tidak berani menegakkan nahi mungkar terhadap pemimpin yang rusak, berdalih bahwa para pemimpin itu masih shalat. Sehingga pemimpin itu tidak layak untuk dilawan.
Inilah hadits yang dijadikan sandaran,
سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِىَ وَتَابَعَ ». قَالُوا أَفَلاَ نُقَاتِلُهُمْ قَالَ « لاَ مَا صَلَّوْا ».
"Akan ada Umara' yang kalian kenal tetapi kalian ingkari. Barangsiapa yang mengetahuinya, ia telah berlepas diri darinya. Siapa yang mengingkarinya, ia telah selamat. Akan tetapi yang ridha dan mengikuti."
Para shahabat bertanya: Tidakkah kita perangi mereka?!
Rasul menjawab: "Tidak, selama mereka masih shalat."
Salah satu kaidah penting dalam memahami hadits dengan benar adalah mengumpulkan riwayat-riwayat sejenis dalam satu bab untuk dilihat secara komprehensif. Tidak bisa sebuah hadits dipahami, tanpa melihat riwayat sejenis. Sering kali kesalahan terjadi, ketika seseorang hanya berpegang pada satu riwayat dan tidak mengetahui riwayat lain, tetapi sudah berani memberikan hukum.
Di sinilah terasa begitu pentingnya membuka kembali penjelasan para ulama yang menguasa sekian banyak riwayat yang tidak kita kuasai. Sehingga cara mereka memutuskan pasti lebih benar, tepat dan luas.
Hadits tersebut di atas shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ummul mukminin Ummu Salamah radhiallahu anha (hadits no. 4906-4909). Sebagaimana karakter Imam Muslim dalam Shahihnya, beliau biasa mengumpulkan berbagai riwayat dengan berbagai tambahan lafadz dalam satu bab.
Hadits dengan lafadz di atas diriwayatkan melalui jalur Qatadah dari Hasan. Selain jalur riwayat ini, ada jalur riwayat lain melalui Hisyam dari Hasan.
Riwayat Qatadah sendiri ada dua kalimat berbeda:
فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ
(Siapa yang mengetahui, telah berlepas diri. Siapa yang membenci, telah selamat)
فَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ
(Siapa yang membenci, sungguh telah berlepas diri. Siapa yang mengingkari sungguh telah selamat)

Adapun riwayat Hisyam:
فَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ سَلِمَ
(Siapa yang mengingkari, sungguh telah berlepas diri. Siapa yang membenci, sungguh telah selamat)
Di awal, penting sekali melihat lihat judul bab hadits ini:
باب وُجُوبِ الإِنْكَارِ عَلَى الأُمَرَاءِ فِيمَا يُخَالِفُ الشَّرْعَ وَتَرْكِ قِتَالِهِمْ مَا صَلَّوْا وَنَحْوِ ذَلِكَ.
Bab wajibnya mengingkari para umara' yang bertentangan dengan syariat dan tidak boleh memerangi mereka selama masih shalat
Dari judul bab ini saja, sudah sangat jelas bahwa hadits tersebut di atas bukan untuk melegitimasi kebisuan mereka yang melihat kemungkaran para pemimpin. Justru hadits ini seharusnya membuka hati dan menggerakkan tangan serta lisan mereka untuk berani mengingkari perbuatan para pemimpin yang melakukan pelanggaran syariat. Yang dilarang adalah Qital (memerangi) mereka dengan melakukan pertumpahan darah, selama meraka masih shalat. Tetapi nahi mungkar adalah kewajiban sebagaimana judul bab ini sendiri.
Bahasa Rasulullah dalam hadits ini lebih jelas lagi. Ada dua kata yang menjelaskan siapa pemimpin tersebut dan sikap junudnya yang benar.
Pertama, kata yang dipakai Rasulullah: تعرفون (kalian mengenal mereka). Artinya para pemimpin itu bukan orang asing yang kemudian tiba-tiba muncul menjadi pemimpin. Tetapi mereka yang telah sekian lama bersama dalam perjuangan dan pasti orang yang sangat berjasa dalam dakwah serta orang pilihan, sehingga diangkat menjadi pemimpin. Itulah siratan makna dari bahasa Nabi: kalian mengenal mereka.
Kedua, kata yang dipakai Rasulullah: وتنكرون (Dan kalian ingkari). Kata mengingkari dari akar kata kemungkaran. Pengingkaran itu terjadi karena para pemimpin telah melakukan kemungkaran, maka mereka harus diingkari. Sehingga judul babnya menjadi: فِيمَا يُخَالِفُ الشَّرْعَ (Yang bertentangan dengan syariat). Inilah kemungkaran itu.
Dalam hadits no. 4910 masih dalam riwayat Muslim ada penjelasan tambahan sebelum Nabi menegaskan bahwa para pemimpin itu tidak boleh diperangi dengan pedang selama masih shalat. Penjelasan itu adalah:
وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ
(Dan pemimpin kalian yang buruk adalah yang:
- Kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian.
- Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.)
Karena kemungkaran yang dilakukan pemimpin itu, kemudian tersebarlah saling benci dan saling laknat antara junud dan pemimpin. Melihat teks hadits, hal ini semua terjadi dimulai dari kata (شرار أئمتكم / pemimpin kalian yang buruk). Inilah sumber masalahnya. Pemimpin yang mungkar dan buruk.
Kata kalian yang dipakai oleh Nabi dalam dua kata ini diperuntukkan untuk para shahabat. Yaitu para shahabat Nabi yang akan menjumpai keadaan baru, dengan kehadiran para qiyadah yang mungkar. Hal ini diperjelas dengan lafadz pertanyaan para shahabat:
ألا نقاتلهم؟
(Tidakkah kita perangi mereka?)
Untuk kita hari ini, siapapun yang mengikuti manhaj para shahabat pasti akan mengingkarinya dan tidak diam apalagi 'mendukung' kemungkaran dengan kalimat: selama mereka masih shalat. Jadi, mengingkari para qiyadah yang rusak adalah manhaj para shahabat yang langsung diajarkan oleh Rasulullah. Inilah makna dari judul bab: (وجوب الإنكار / wajibnya mengingkari). Jadi, tidak boleh diam!
Untuk menjelaskan kata (Qital / memerangi) para pemimpin yang dilarang, sekaligus kata dalam riwayat lain: (وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ / jangan mencabut ketaatan, hadits no. 4910). Berikut ini riwayat lain yang lebih menjelaskan makna Qital yang dilarang itu: (أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ / Tidakkah kita ayunkan pedang kepada mereka?) Inilah Qital yang dilarang. Yaitu mengangkat senjata hingga memungkinkan pertumpahan darah sesama muslim. Jika telah mengangkat senjata maka inilah Qital dan mencabut ketaatan yang dilarang dalam hadits ini.
Judul bab yang menggabungkan antara: (وجوب الإنكار / wajib mengingkari) dan (ترك قتالهم / tidak boleh memerangi mereka), harus dipahami dengan lengkap. Nahi mungkar sebuah kewajiban. Perang pertumpahan darah sebuah larangan.
Hadits ini menyampaikan dua hal sekaligus;
Pertama, tentang kehadiran qiyadah yang sudah dikenal jamaah tetapi terjerumus dalam kerusakan
Kedua, tentang sikap para junud
Untuk lebih jelas, mari kita simak penjelasan Imam Nawawi berikut ini.
"Hadits ini mengandung mukjizat yang memberitakan masa depan. Dan benar terjadi seperti yang dikhabarkan oleh Rasulullah. Riwayat: (siapa yang membenci sungguh telah berlepas diri...) maknanya lebih jelas. Yaitu, siapa yang membenci kemungkaran itu, sungguh ia telah berlepas diri dari dosa dan hukuman yang akan terjadi. Ini bagi yang tidak sanggup mengingkari dengan tangannya juga tidak dengan lisannya. Maka bencilah dengan hatinya agar bisa berlepas diri.
Adapun riwayat: (siapa yang mengetahui, telah berlepas diri) maknanya –wallahu a'lam- adalah: siapa yang mengetahui kemungkaran itu dan tidak ada yang samar baginya sungguh itu menjadi jalan baginya untuk bisa berlepas diri dari dosa dan hukuman yang akan terjadi, baik dengan cara mengubah menggunakan kedua tangannya, atau lisannya, jika ia lemah maka bencilah dengan hati.
Kalimat Nabi: (Akan tetapi yang ridha dan mengikuti) maknanya adalah: dosa dan hukuman bagi yang ridha dan mengikuti.
Hal ini menjadi landasan bahwa siapa yang lemah dan tidak sanggup menghilangkan yang mungkar, tidak berdosa hanya dengan sekadar diam. Tetapi ia berdosa jika ridha terhadapnya, dengan tidak membencinya menggunakan hati atau bahkan menjadi pengikutnya.
Adapun pertayaan shahabat: (Tidakkah kita perangi mereka?) dan jawaban Nabi: (Tidak, selama masih shalat), mengandung makna: tidak boleh khuruj terhadap khalifah hanya karena kedzaliman atau kefasikan selama tidak merubah sebagian dari kaidah-kaidah Islam."
Junud akan terpecah setelah pemimpin melakukan kemungkaran. Sikap mereka berbeda-beda. Tetapi Nabi telah menunjukkan dengan sangat gamblang mana sikap junud yang benar dan mana yang salah. Ada dua sikap junud yang disebutkan dalam hadits saling berhadapan:
1. Sikap (عرف / mengetahui), ( كره/ membenci) dan (أنكر / mengingkari)
Ini adalah sikap yang benar. Junud yang seperti ini disebut Nabi: (فقد برأ / sungguh telah berlepas diri) dan (فقد سلم / sungguh telah selamat).
2. Sikap (رضي / ridha) dan (تابع / mengikuti)
Ini adalah sikap yang salah. Nabi tidak menyebut akibat sikap junud yang seperti ini. Tetapi jelas maknanya sebagaimana juga yang disampaikan Imam Nawawi dalam penjelasannya bahwa sikap ini akan berdampak pada kebalikan poin pertama. Yaitu: para junud itu akan ikut menanggung dosa dan tidak selamat dari hukuman Allah.
Ada tiga tingkatan bagi junud Ishlah:
a. (Makrifah) Mengetahui
Ini tingkatan pertama yang harus dilalui untuk mencapai tingkat berikutnya. Tanpa melek permasalahan, maka tidak mungkin akan mengerti titik kemungkaran yang harus diingkari. Ini yang disebut oleh Imam Nawawi sebagai titian awal untuk selamat. Syaratnya, dengan ilmu dan informasi itu ia gunakan untuk melangkah ke tangga berikutnya.
b. (Karahah) Membenci
Membenci dengan menggunakan hati. Ini adalah langkah selanjutnya setelah mengetahui. Tangga kedua ini sudah cukup untuk menghantarkan ia berlepas diri di hadapan Allah dari dosa pemimpin dan selamat dari hukuman ketika turun. Tetapi, jika ada yang memilih poin ini, berarti ia termasuk junud yang lemah. Karena pengingkaran terhadap kemungkaran baru sebatas hati.
c. (Ingkar) Mengingkari
Mengingkari bisa menggunakan hati, sehingga maknanya tidak jauh dari poin kedua. Atau bisa juga dengan menggunakan tangan dan lisan, sebagaimana 3 urutan nahi mungkar (tangan, lisan, hati). Jika maknanya adalah mengingkari dengan tangan dan lisan, maka junud di wilayah ini telah keluar dari kalimat Nabi: Iman yang paling lemah.

Junud pengekor juga mempunyai tingkatan:
a. (Ridha) Rela
Ridha, artinya masih rela dengan semua keputusan dan kepemimpinan pemimpin mungkar tersebut. Walaupun sangat mungkin mereka yang rela akan otomatis menjadi pengikut setia. Tetapi bisa jadi, kerelaan itu adalah sebuah keterpaksaan –dengan berbagai dalihnya- tetapi tidak lagi sebagai pengikut setia. Yang ada adalah rela dalam kebingungan. Ridha dalam ketidakjelasan. Biasanya, ini terjadi ketika seorang jundi cukup kesulitan untuk keluar dari lingkaran ketaatan sementara makrifah (pengetahuan dan informasi) tidak cukup dimiliki. Atau sudah mencapai tingkat makrifah, tetapi masih bimbang untuk mengambil langkah ke tangga berikutnya karahah (membenci).
b. (Mutaba'ah) Mengikut
Para pengikut pemimpin mungkar ini bisa muncul karena karena belum makrifah, jika ini masalahnya sangat mudah menyelesaikannya. Yang sulit adalah mereka yang tidak mau makrifah, menutup telinga dari kesalahan pemimpinnya. Data sebanyak apapun, tidak akan bisa merubahnya karena memang tidak mau tahu. Yang lebih buruk lagi, adalah mereka yang memang punya ambisi syahwah khafiyyah (syahwat tersembunyi). Apapun dan siapapun yang bisa memenuhi syahwatnya, pasti akan diikutinya dengan setia.

Di akhir penjelasan Imam Nawawi (Tidak boleh khuruj terhadap khalifah hanya karena kedzaliman atau kefasikan selama tidak merubah sebagian dari kaidah-kaidah Islam.), ada dua hal yang harus dipisahkan;
Pertama, pengingkaran terhadap pemimpin dilakukan jika yang terjadi adalah kedzaliman dan kefasikan. Pada batas ini, tidak boleh ada khuruj 'alal imam.
Kedua, perlawanan yang lebih serius dilakuan jika pemimpin telah merubah sebagian dari kaidah-kaidah Islam. Kaidah Islam yang dimaksud adalah tsawabit yang memang tidak akan berubah sepanjang zaman dalam keadaan apapun. Jika ada qiyadah jamaah muslimah yang telah berani mengubah tsawabit, maka perlawanan yang lebih serius dilakukan dengan kajian yang lebih dalam terhadap kaidah-kaidah nahi mungkar.

Wallahu a'lam
Ar raji 'afwa rabbih
Abu Dihya
baca selengkapnya »»
Pemimpin Mematikan Sunnah, Memunculkan Bid'ah dan Mengakhirkan Shalat

عن عبد الله يعني ابن مسعود ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إنه سيلي أمركم قوم يطفئون السنة ، ويحدثون البدعة، ويؤخرون الصلاة عن مواقيتها » . قال ابن مسعود : فكيف يا رسول الله ، إن أدركتهم ؟ قال : « يا ابن أم عبد ، لا طاعة لمن عصى الله » ، قالها ثلاثا
Dari Abdullah bin Mas'ud berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, "Kalian akan dipimpin oleh kaum yang mematikan sunnah, memunculkan bid'ah dan mengakhirkan waktu shalat dari waktunya."
Ibnu Mas'ud bertanya: Bagaimana ya Rasulullah, jika saya menjumpai mereka?
Nabi bersabda, "Wahai Ibnu Ummi 'Abd, Tidak ada ketaatan bagi orang yang maksiat kepada Allah!" Diucapkan tiga kali.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad no. 3863 dan 3966, Ibnu Majah no. 2865, Baihaqi no. 5520 dan dalam Dalail an-Nubuwwah no. 2691.
Al-Albani mengatakan: Ini sanadnya shahih, para perawinya perawi shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim. (as-Silsilah ash-Shahihah hadits no. 590 dan 2864)

Kita perlu kumpulkan hadits-hadits yang berbicara tentang tema ini agar mendapat gambaran lengkap tentang pembahasannya. Berikut ini adalah hadits-haditsnya:

1. عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ « كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِى قَالَ « صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ ». وَلَمْ يَذْكُرْ خَلَفٌ عَنْ وَقْتِهَا.
"Dari Abu Dzar berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya sambil menepuk pahaku, "Bagaimana kamu jika berada diperintah oleh umara' yang mengakhirkan shalat dari waktunya atau mematikan shalat dari waktunya?"
Abu Dzar berkata: Apa perintahmu kepadaku?
Nabi bersabda, "Shalatlah tepat pada waktunya, jika (setelah itu) kamu bersama mereka (hendak) melaksanakannya, maka shalatlah kamu. Sesungguhnya ini menjadi ibadah sunnah bagimu." (HR. Muslim no. 1497, 1500 dan 1502)

2. سيليكم أمراء بعدي يعرفونكم ما تنكرون و ينكرون عليكم ما تعرفون ، فمن أدرك ذلك منكم ، فلا طاعة لمن عصى الله .
"Kalian akan diperintah pemimpin setelahku yang mereka mengenalkan kalian kepada hal yang kalian ingkari dan mereka mengingkari kalian pada sesuatu yang sudah kalian kenali. Barangsiapa yang menjumpai hal tersebut di antara kalian, maka tidak ada ketaatan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah." (HR. Ahmad no. 2282,1 Hakim no 5528, Thabrani dalam al-Ausath no. 2894 dan 'Uqaili dalam adh-Dhu'afa')
Hadits ini dihasankan oleh al-Albani (lihat as-Silsilah ash-Shahihah hadits no 590) dan al-Munawi berkata: sanadnya bagus. (lihat jami' al-Ahadits hadits no. 9059)
Dalam riwayat lain:
3. سيكون عليكم أمراء يأمرونكم بما لا تعرفون ويفعلون ما تنكرون فليس لأولئك عليكم طاعة
"Kalian akan diperintah oleh para pemimin yang memerintahkan kalian terhadap hal yang tidak kalian kenal dan mengerjakan hal yang kalian ingkari. Kalian tidak ada kewajiban taat kepada mereka." (Jami' al-Ahadits no. 13057)

4. ليأتين عليكم أمراء يقربون شرار الناس ، و يؤخرون الصلاة عن مواقيتها ، فمن أدرك ذلك منهم فلا يكونن عريفا و لا شرطيا و لا جابيا و لا خازنا.
"Akan datang kepada kalian para pemimpin yang mendekat kepada manusia-manusia jahat, mengakhirkan shalat dari waktunya. Barangsiapa yang menjumpai hal itu pada mereka, maka jangan sekali-kali ia menjadi 'arif, syurthiy, jabi, khazin." (HR. Ibnu Hibban hadits no. 4669, Abu Ya'la no. 1115)
Al-Haitsami berkata: Para perawinya adalah perawi shahih kecuali Abdurrahman bin Mas'ud dan dia tsiqah.
Al-Albani berkata: Ini sanadnya shahih, para perawinya tsiqah; para perawinya Bukhari dan Muslim selain Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud, dia tsiqah. Juga Ahmad bin Ali bin Mutsanna dia adalah Abu Ya'la al-Mushili tsiqah hafidz. (Lihat as-Silsilah ash-Shahihah hadits no. 360)

Ada dua tema besar yang disampaikan dalam hadits-hadits di atas:
1. Kemunculan ciri pemimpin yang rusak
2. Sikap para junud

Ciri para pemimpin rusak dalam hadits-hadits tersebut sebagai berikut:
a. Memadamkan sunnah
b. Menghidupkan bi'dah
c. Mengakhirkan shalat
d. Mengenalkan dan memerintahkan terhadap hal-hal yang selama ini diingkari oleh para junudnya
e. Mengingkari hal-hal yang selama ini telah dikenal dan dipahami oleh para junudnya
f. Mendekat kepada orang-orang rusak/jahat

Dan beginilah para junud harus bersikap:
a. Jika masalahnya tentang mengakhirkan shalat, para junud harus meninggalkan pemimpinnya, untuk shalat tepat pada waktunya. Dan tidak ikut mengakhirkan shalat bersama pemimpinnya.
Abdullah bin Umar semula mau shalat bersama Hajjaj bin Yusuf. Ketika Hajjaj mulai mengakhirkan shalatnya, Ibnu Umar tidak lagi terlihat shalat bersama Hajjaj.
Abu Juhaifah pun melakukan hal yang sama ketika Hajjaj mengakhirkan shalat, dia berdiri/pergi dan shalat.
Ketika Khalifah al-Walid mengakhirkan shalat Jum'at hingga masuk waktu sore, Atha' berkata: saya datang ke masjid, langsung shalat Dzuhur sebelum duduk kemudian shalat Ashar sambil duduk dengan mengggunakan isyarat saat al-Walid sedang khutbah.
Ibnu Hajar memberikan komentarnya: Atha' melakukan itu karena dia takut dibunuh.
Saat di Mina dan muslimin menunggu al-Walid mendengarkan surat-surat yang ditujukan kepadanya sehingga shalat diakhirkan, Atha' dan Said bin Jubair shalat sambil duduk dengan isyarat. (lihat: Fath al-Bari 2/14 maktabah syamilah)
b. Jika masalahnya adalah pemimpin yang memadamkan sunnah, menghidupkan bid'ah dan mengakhirkan shalat. Maka Nabi menegaskan dengan setegas-tegasnya bahwa dilarang taat kepada pemimpin seperti ini.
Bahkan Nabi heran untuk orang berilmu sekelas Ibnu Mas'ud masih menanyakan sikap terhadap pemimpin yang sudah seperti itu,
تَسْأَلُنِى ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ كَيْفَ تَصْنَعُ
"Kamu (masih) bertanya kepadaku wahai Ibnu Ummi Abd bagaimana kamu harus bersikap?" (HR. Baihaqi no.5520)
c. Jika pemimpin itu sudah merapat kepada orang-orang rusak dan jahat, maka para jundi dilarang untuk membantunya. Berikut 4 jabatan yang dilarang oleh Rasulullah bagi para jundi yang menjumpai pemimpinnya seperti itu:
a. 'Arif
'Arif adalah pimpinan suatu kaum dan tokoh mereka. Dinamakan juga naqib yaitu (pimpinan) yang menjadi bawahan pemimpin (tinggi). (Taj al-'Arus 1/6018, maktabah syamilah)
b. Syurthiy
Syurthiy adalah pasukan terdepan di medan perang dan siap untuk mati (Lisan al-'Arab 7/329, maktabah syamilah)
c. Jabi
Jabi adalah para petugas pengumpul. Biasanya kata ini lebih sering berhubungan dengan pengumpulan harta untuk negara. Jabi ash-shadaqat (pengumpul zakat, shadaqah) (al-Ahkam as-Sulthaniyyah 1/35, maktabah syamilah), Jabi al-Kharaj (Pengumpul kharaj/penghasilan tanah) (Lisan al-'Arab 14/128, maktabah syamilah)
d. Khazin
Khazin adalah mereka yang bertugas menyimpan, menjaga dan mengatur kekayaan dan aset (Lihat: Lisan al-'Arab 13/139). Seperti kalimat Nabi Yusuf : "Jadikanlah aku bendaharawan (Khazain) negara (Mesir)." (Qs. Yusuf: 55)

Wallahu A'lam
Ar-Raji 'Afwa Rabbih
Abu Dihya
baca selengkapnya »»

14 Januari 2009

Bacakan Doa Qunut Nazilah Bagi Gaza

Ketika agresi udara Zionis atas kota Gaza pertama kali pecah sabtu yang lalu tanggal 27 Desember 2008 kami menerima e-mail dari seorang kawan di Damaskus, Suriah. Beginilah sebagian isi suratnya:

”Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama'ah, ketika para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang menggetarkan. Para imam itu mengangkat tangan ke langit dan berdoa,

"Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina,

sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza,

kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,

menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.

Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.

Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu.

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim."



Seiring waktu dimana perang ini telah memasuki hari ke sepuluh, semakin banyak masjid di seantero dunia yang mengharuskan pembacaan doa Qunut Nazilah setiap sholat lima waktu. Doa Qunut Nazilah merupakan Qunut yang dibaca Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam untuk mendoakan kebaikan suatu kaum atau untuk kebinasaan suatu kaum yang lain. Doa ini dibaca pada saat sholat berjamaah. Doa ini dibaca pada rakaat terakhir sesudah ruku terakhir setelah berdiri i’tidal setelah membaca kalimat:



سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه



Lalu dalam posisi berdiri Imam sholat dan seluruh ma’mum mengangkat kedua tangan lalu mengaminkan doa Qunut Nazilah yang dipimpin Imam sholat berjamaah.



Saudaraku, ketahuilah bahwa doa merupakan salah satu senjata penting kaum muslimin. Itulah sebabnya menjelang Perang Badar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengawali perang dengan berdoa memohon pertolongan Allah bagi kemenangan pasukan Islam. Sedemikian khusyu’nya beliau berdoa sehingga sempat tiga kali surbannya jatuh dan setiap kali jatuh diangkat kembali oleh sahabat Abu Bakar.



Saudaraku, jangan pernah remehkan pengaruh doa Anda apalagi jika mendoakan saudara muslim tanpa sepengetahuan fihak yang didoakan. Doa Qunut Nazilah yang kita bacakan sekarang berkaitan dengan pembantaian pasukan Zionis Israel atas saudara-saudara kita kaum muslimin di Gaza, Palestina. Intinya kita memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar menolong dan memenangkan kaum muslimin dan mujahidin Palestina di Gaza sembari mengharapkan kekalahan bahkan kehancuran fihak Yahudi Zionis Israel.



Biasanya doa Qunut Nazilah diawali dengan pembacaan doa Qunut seperti biasa oleh Imam Sholat berjamaah. Lalu sesudah itu barulah sang Imam memimpin doa yang lebih spesifik berkenaan dengan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza. Doa Qunut yang biasa berbunyi sebagai berikut:



اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ ، وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،

وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،

وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara. Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus. Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan. Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan. Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi. Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.” (HR Thabrani 3/123)



Sesudah itu barulah Imam berdoa sambil diamini oleh jamaah. Doa spesifik ini bisa berbeda antara satu Imam dengan Imam lainnya. Ia boleh mengembangkannya sendiri. Yang penting isinya adalah mengharapkan kebaikan bagi fihak kaum muslimin dan kekalahan atas fihak musuh yang menganiaya atau memerangi kaum muslimin. Di antaranya ia bisa berbunyi seperti di bawah ini:



اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل

وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih. Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad.”



Saudaraku, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Sungguh, kita sangat geram, sedih sekaligus menyesal bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk kaum Muslimin Palestina di Gaza. Mereka dizalimi oleh kekuatan terlaknat pasukan Zionis Israel. Mereka diharuskan berada di dalam sebuah pertempuran tidak seimbang. Hanya doa yang bisa kita kirim untuk mereka. Ingatlah, doa bukan perkara ringan. Ia merupakan senjata orang beriman. Marilah kita mengharuskan diri membaca doa Qunut Nazilah dalam sholat-sholat kita pada hari-hari ini.



Sekedar kabar gembira, berdasarkan informasi dari Al-Markaz Al-Filistini Al-I’lamy dikabarkan bahwa Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan Ahad malam kemarin bahwa mereka berhasil membunuh 11 serdadu Israel dan melukai 48 lainnya dalam 24 jam sejak operasi darat Israel dimulai di Jalur Gaza. Di antara korban yang tewas itu ada seorang komandan dengan pangkat kolonel. Sementara itu Jubir Batalion Al-Quds, sayap militer Jihad Islami, Abu Hamd menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina di wilayah perkampungan Zaitun berhasil menghancurkan tujuh tank dan ada puluhan serdadu Israel tewas dan lainnya luka-luka. Ia menegaskan bahwa serdadu Israel terjebak dalam banyak ranjau bom.

Saudaraku, doa Anda tidak ada yang diabaikan oleh Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengbulkan doa hamba-hambaNya yang beriman dan beramal sholeh. Percayalah, kemenangan Islam dan Ummat Islam pasti terjadi, sebab itulah skenario Allah....

Allahu Akbar wa lillahilhamd...!!!
sumber: eramuslim.com
baca selengkapnya »»

13 Januari 2009

Haniyah: Darah Rakyat Palestina Takkan Sia-Sia

Pimpinan Hamas Ismail Haniyah mengungakapkan penghormatannya yang besar terhadap pengorbanan dan ketabahan warga Jalur Gaza dalam menghadapi kekejaman pasukan Zionis Israel.

Ia menegaskan bahwa darah rakyat Palestina yang telah ditumpahkan oleh "para penjahat" tidak akan sia-sia.

"Darah ini, penderitaan ini, akan membawa rakyat Palestina dan umat Muslim Arab keluar dari situasi sekarang ini dan akan menjadi titik balik ke ufuk atau cakrawala baru bagi kebebasan dan kemuliaan kita," kata Haniyah dalam siaran di televisi satelit al-Aqsa,stasiun televisi yang berafiliasi ke Hamas.

Haniyah menyebut ketangguhan dan ketabahan rakyat Gaza kali menjadi catatan sejarah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Rakyat Gaza masih berdiri tegak di tengah bencana kejahatan yang menimpa mereka. Itu semua, tukas Haniya, karena Allah menghendaki rakyat Gaza untuk tetap melakukan perlawanan atas genosida yang dilakukan rezim zionis Israel.

Haniya mengutip sebuah ayat suci al-Quran dan mengingatkan bahwa rakyat Gaza pada akhirnya akan mendapatkan kembali kebebasan dan kemuliaannya. Ia menganalogikan situasi di Gaza sekarang dengan kehidupan Rasulullah Muhammad saw di masa-masa awal dakwah Islam, di mana pihak kafir Qurays yang memeranginya.

"Jika Allah bersama kita, kita tak perlu takut. Israel tidak lebih besar dan lebih kuat dari Allah swt," tukas Haniyah.

Ia juga mengatakan bahwa Israel melakukan pembataian massal di Gaza dengan tujuan mempermalukan dan merendahkan rakyat Gaza, agar rakyat Gaza menyerah. Haniyah memberi semangat bahwa Israel tidak akan pernah berhasil merendahkan rakyat Gaza.

"Ingatlah saudara-saudariku, kemenangan akan datang bersama kesabaran. Setelah kesulitan akan datang kemudahan," kata Haniyah mengutip salah satu ayat al-Quran.

Darah yang sedemikan banyak tertumpah, sambung Haniyah, akan menjadi kutukan abadi yang akan menghantui kehidupan "para kriminal" ini kemanapun mereka pergi.

Sementara itu, Haniyah menjelaskan bahwa Hamas melakukan perlawanan atas pembantaian Israel di Gaza dengan dua cara. Pertama, dengan cara diplomasi. Hamas melakukan kontak-kontak yang positif dengan berbagai pihak yang benar-benar ingin menghentikan pembantaian Israel di Jalur Gaza.

Kedua, tetap kuat dan tabah dalam menghadapi agresi Israel. Dalam hal ini, Haniyah memuji para pejuang Palestina di Gaza yang telah menunjukkan sikap heroiknya. Ia menegaskan bahwa rakyat Gaza akan terus melakukan perlawanan sampai meraih kemenangan

"Gaza tidak akan jatuh. Gaza tidak akan jatuh. Gaza tidak akan jatuh," tandas Haniyah.

Ismail Haniyah adalah salah seorang pimpinan Hamas yang pernah menjadi perdana menteri Palestina setelah Hamas memenangkan pemilu di Palestina. Lewat konspirasi dengan AS, Presiden Palestina Mahmud Abbas memecat Haniyah secara sepihak dari jabatan perdana menteri yang membuat pertikaian Hamas-Fatah makin meruncing. (ln/pic)
sumber:eramuslim.com
baca selengkapnya »»

12 Januari 2009

Berdo'a Di Atas Awan Untuk Rakyat Gaza


Ya Allah dalam perjalanan hamba dari bandara Minangkabau menuju bandara Sukarno Hatta, hamba membaca koran terbitan ibu kota, ada berita tertulis, “Hingga hari ke tujuh invasi Israel ke Gaza, lebih 420 orang tewas dan 2.100 terluka”, kemudian lanjutan berita tersebut “Sembilan masjid telah hancur sejak serangan pertama, Sabtu, (27/12/2008)”.

Hamba sungguh sedih dan pilu, karena hamba tidak mampu mencegah kebiadaban dan keganasan Zionis Israel kepada rakyat Gaza yang merupakan umat nabi Muhammad saw. Padahal rakyat Gaza sudah susah karena blokade yang diterapkan Zionis Isael dan di dukung antek-anteknya.

Ya Allah, blokade yang telah berlangsung dua tahun menyebabkan rakyat Gaza sengsara, merana dan menjadi fakir miskin bahkan ada suatu keluarga dengan delapan orang anak yang makan rumput karena sudah tidak ada lagi yang akan mereka makan, 80% pabrik roti tutup, 80% wilayah Gaza dalam keadaan gelap gulita setiap hari, saat ini suhu udara beranjak mendekati nol derajat celcius sungguh sangat dingin sekali, 150 jenis obat sudah habis, 50% ambulan berhenti beroperasi karena tidak ada lagi bahan bakarnya.

Ya Allah, hamba tidak dapat membayangkan bagaimana sedihnya para orang tua, menderitanya anak-anak, karena kondisi yang sedang mereka hadapi begitu hebat dan berat.

Ya Allah, hamba teringat dengan suatu riwayat yang menjelaskan bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doa orang yang sedang safar (perjalanan) (*).
Ya Allah Engkau tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.

Ya Allah Engkau Maha Mengetahui bahwa hamba-Mu ini sedang safar dalam rangka mencari ridha-MU, mengharapkan kasih sayang-Mu, maka kabulkan permohonan dan doa hamba.

Ya Allah yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Yang Menguasai Manusia, Pemilik alam semesta.
Jatuhkanlah pesawat-pesawat tempur Zionis Israel, luluh lantakkan peralatan militer mereka, bungkamkanlah roket dan persenjataan mereka, cerai-beraikan pasukan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, berilah rasa gentar kepada mereka, kalahkan mereka, hancurkan mereka, hinakan mereka.

Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum.

Ya Dzal Jalali wal Ikram.
Beri kesabaran dan ketegaran kepada rakyat Gaza, bantulah para mujahidin di sana, satukan hati mereka dalam berjuang, beri kekuatan kepadanya, beri kemenangan kepadanya, muliakan mereka.

Ya Allah susahkan mereka yang telah menyusahkan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah hancurkan mereka yang telah menghancurkan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah hinakan mereka yang telah menghinakan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum.
Ya Dzal Jalali wal Ikram.

Ya Allah turunkanlah pasukan khusus-Mu sebagaimana yang pernah Engkau turunkan ketika perang Badar, perang Khandak dan perang Khaibar.
Ya Allah kabulkanlah permohonan hamba, jangan Engkau tolak doa hamba karena dosa, maksiat dan pelanggaran yang pernah hamba lakukan.
Ya Allah hamba bertaubat kepada-Mu, hamba mohon ampun dan mohon maaf kepada-Mu.Sampaikan salam dan shalawat hamba kepada Rasulullah saw, keluarganya dan sahabatnya yang mulia.
Amin.

*) “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi kemustajabannya: Doa orang yang di zalimi, doa musafir, dan doa buruk (kutukan) orang tua terhadap anaknya. “ (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Al Bazar).
(Ditulis dan dibaca di angkasa, di atas awan dalam perjalanan di sore hari saat menuju bandara Sukarno Hatta dari bandara Minangkabau, Sabtu, 3 Januari 2009).

H. Ferry Nur S.Si
Email : ferryn2006@yahoo.co.id
baca selengkapnya »»

10 Januari 2009

“Wahai Api Jadilah Dingin dan Keselamatan Bagi atas Gaza”
Zeyad Abid Mashokhi

Di tengah peristiwa dan bencana besar yang sedang berlangsung di Jalur Gaza patut kita berhenti sejenak untuk memikirkan sejumlah hakikat penting:


1. Allah sudah berjanji – dan tidak ada yang paling benar janjinya kecuali Dia – dan Rasul-Nya yang dipercaya bahwa umat Islam akan menang dan diberi kekuasaan. Islam akan menjadi pemenang di seluruh tempat. Namun untuk Palestina, Allah dan Rasul-Nya memiliki janji khusus. Beliau bersabda, “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi dan pohon-pohon dan batu-batu berkata: wahai Muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia. Kecuali gorqod karena ia pohon Yahudi,” (HR. Bukhari).

2. Konpirasi terhadap Palestina bukan hasil konflik hari ini. Ia adalah perang panjang yang diusung oleh manusia yang paling benci yang didukung oleh pihak-pihak dari luar dan dalam negeri. Konspirasi terhadap Palestina dari sisi media massa, militer dan politik sangat besar hingga akan menghilangkan gunung. Namun demikian kami menilai kekuatan adalah milik kebangkitan Islam dan para mujahidin dimana para pencintanya atau pembelanya tidak mampu menafsirkan kekuatan itu. Mereka tidak mampu menafsirkan kesabaran dan keteguhan pejuang Palestina dalam menghancurkan konspirasi itu. Karena tidak ada tafsir kecuali hadits Rasulullah, “Segolongan dari umatku akan terus berada dalam kebenaran, mereka akan terus berjuang melawan orang yang memusuhi mereka. Mereka seperti bejana makanan di antara para penyantapnya sampai Allah memutuskan (kemenangan bagi mereka) sementara mereka dalam kondisi seperti itu.” ‘Wahai Rasululah ; dimana mereka?’ “Mereka di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad).

3. Kami menyadari bahwa bahwa musuh Zionis tidak hanya mentargetkan Hamas atau rakyat Palestina saja, namun ketamakan mereka mencakup seluruh Negara-negara Arab. Lihat saja, mata uang resmi mereka yang beredar di bank-bank internasional yang dicetak dengan gambar “Israel Raya”. Israel Raya yang mencakup Palestina, Mesir hingga Nil, Irak hingga Effrat, Jordania, Libanon, Suriah, Kuwait, dan wilayah bagian utara Arab Saudi hingga Khaibar. Dari sisi akidah, Allah berfirman, “Sungguh kalian akan dapatkan manusia yang paling memusuhi umat Islam adalah Yahudi dan orang-orang musyrik,” Pemandangan para syuhada menjelang ajal ketika dibombardir oleh Israel bertakbir dan mengacungkan telunjuk dengan bersyahadat “أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله” menunjukkan tarbiyah (pola pendidikan) para pejuang itu. Hal itu juga menunjukkan hakikat peperangan ini. Di sisi lain, penghancuran dan serangan terhadap masjid-masjid serta penistaan terhadap Rasulullah saw menunjukkan hakikat, dimensi, dan tujuan-tujuan ini.

4. Yahudi dan zionis dahulu memiliki kemampuan menciptakan awal mula peristiwa dan kemampuan mengakirinya. Namun hari ini, meski masih memiliki kemampu memulai namun tidak berdaya menentukan akhir peristiwa itu. Bahkan mereka tidak mampu menanggung ekses dari peristiwa itu. “كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ”

5. Kelompok yang ikut dalam konspirasi bersama Israel di Tepi Barat atau di tempat lain, yang menyebut roket perlawanan sebagai sia-sia, menyebut kapal pemecah blockade sebagai permaian murahan, tidak lagi memiliki alasan untuk menutupi kejahatan mereka lagi. Apa yang diungkapkan oleh Ustad Nazzal dalam program “bilaa huduud” bahwa bahaya mereka bukan saja bagi rakyat Palestina tapi bagi seluruh bangsa Arab. Kini Fatah hanya bagian dari problem bukan bagian dari solusi.

6. Tidak bisa kita sebut Fatah secara keseluruhan adalah agen penjajah Israel atau kita melupakan perjuangan para pahlawannnya. Namun tidak mungkin kita menyamakan Hamas dan Fatah dengan persamaan yang persis. Sungguh berbeda antara yang memperjuangankan agama Allah dengan yang mengolok-oloknya. Tidak sama proyek Islami dengan proyek sekularisme. Tidak sama warna khomer dan baunya dengan warna dan bau darah syuhada.

7. Kejahatan Israel kali ini tidak perlu pembenaran. Pembantaian kali bukan membalas roket-roket perlawanan Palestina. Serangan kali ini hanya kompensasi di depan bagi pemilu Israel. Siapapun orangnya yang pernah menyatakan atau menulis artikel atau yang menggabar karikatur yang isinya membiarkan para pejuang Palestina, maka ia bertangungjawab di depan Allah Yang Maha Perkasa Raja Langit dan Bumi.

8. Kami serukan kepada semua pihak untuk ikut serta dalam membela dan menolong saudara-saudara kami di Palestina. Satu orang yang memiliki tekad dan cita-cita untuk membela Palestina maka ia tidak akan kehilangan wasilah untuk ke sana. Kami berdoa untuk keluarga kami di Syam, tempat hijrah Ibrahim alaihissalam dan meminta kepada Allah agar menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka sebagaimana bagi Ibrahim. “قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ”

9. Keluarga kami akan dikubur di bawah tanah Palestina karena dijajah oleh musuh mereka… apa yang kita lakukan? Sungguh kami tidak khawatir terhadap mereka tidak khawatir terhadap tempat isra Rasulullah saw. Namun kami khawatir terhadap diri kita sendiri jika membiarkan mereka sehingga kita akan ditimpa apa yang diperingatkan oleh Rasulullah saw.
مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه" أخرجه أبو داود، والإمام أحمد في مسنده.

“Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” (Abu Daud dan Imam Ahmad). (bn-bsyr) [ 04/01/2009 - 06:32 ]
baca selengkapnya »»

02 Januari 2009

Mari Dukung Perjuangan HAMAS
Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin

Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.

Hamas, Lubuk Perjuangan Umat

Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku.


Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.

Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.

Tipuan Politik

Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.

Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina

Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.

Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.

'Gempa' dan 'Badai'

Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.

Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.

Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.

Kewajiban Kita

Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:

– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.

– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.

– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.

– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.

– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.

– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.

"Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”

Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.

baca selengkapnya »»