28 Desember 2008

Pernyataan Sikap Ormas Islam atas Serangan Brutal Israel di Jalur Gaza

1. KISPA
Berkaitan dengan pengeboman ke Jalur Gaza oleh Zionis Israel dengan menggunakan pesawat F-16, hari ini Sabtu 27/12/2008, yang menyebabkan puluhan orang gugur dan lebih 200 orang luka-luka, maka KISPA menyatakan:


1. Mengutuk keras tindakan Zionis Israel yang telah melakukan pembantaian terencana kepada rakyat Gaza yang tidak berdosa

2. menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk bertindak cepat menghentikan serangan Zionis Israel ke Gaza melalui jalur politik di PBB, OKI dan Lembaga International lainnya serta segera memfasilitasi bantuan Rakyat Indonesia agar sampai ke Gaza.

3. Mendesak pemimpin Arab dan Islam untuk segera menghentikan serangan brutal Zionis Israel dan segera mengirim bantuan yang dibutuhkan rakyat Gaza.

4. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk melakukan Qunut Nazilah, penggalangan dana dan aksi solidaritas mendukung Rakyat Gaza yanng sedang dizhalimi penjajah Zionis Israel.

-Ferry Nur, Sek Jen KISPA-

2. IKADI

IKADI menyatakan sikap terhadap serangan brutal teroris internasional Zionis Israel:

1.Mengecam dan menentang keras tindakan terror berdarah oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina Sabtu,27 Desember 2008.

2. Meminta kepada pemerintah dan seluruh pemimpin bangsa untuk menyatukan protes keras kepada Israel dan mendesak PBB untuk ambil tindakan saksi kepada Israel.

3. Meminta kepada seluruh da’I agar mengajak masa melakukan bantuan moril dan materiil srta qunut nazilah.

4. Mengajak semua lembaga dakwah dan ormas Islam serta ormas lainnya untuk bergabung bersama mengutuk tindakan biadab zionis Israel

- M. Idris, Sek Jen IKADI-
baca selengkapnya »»
Dunia Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Sejumlah negara langsung bereaksi melihat serangan brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza. Uni Eropa, Rusia Perancis mendesak Israel untuk menghentikan serangannya. Inggris menyatakan keprihatinannya, sedangkan AS meminta Israel agar menghindari jatuhnya korban di kalangan warga sipil di Gaza.

"Rusia meyakini, pentingnya menghentikan segera serangan luas ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan bagi rakyat Palestina," kata Menlu Rusia dalam pernyataannya hari Sabtu (27/12).

Di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy mendesak Israel untuk menghentikan pengerahan pesawat-pesawat tempurnya yang telah membombardir markas-markas Hamas dan kantor-kantor polisi di Gaza. Meski demikian, Sarkozy dalam pernyataannya terkesan menyalahkan Hamas sebagai biang keladi atas serangan Israel ini.

"Presiden Prancis mengungkapkan keprihatinan yang dalam atas eskalasi kekerasan di selatan Israel dan di Jalur Gaza. Ia mengutuk keras provokasi yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan situasi ini terjadi dan penggunaan kekerasan yang berlebihan," demikian pernyataan yang dirilis kantor Sarkozy.

Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka.

Sementara itu, helikopter-helikopter Israel masih melayang-layang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 180 warga Gaza. Dipekirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami luka-luka berat dan ringan.

Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan hari ini. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas.

BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka.

Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza. (ln/iol/prtv/aljazeera)
baca selengkapnya »»

27 Desember 2008

Harga Hubbud-Dun-Ya (Cinta Dunia)
Oleh : Ust. Musyaffa A. Rahim, Lc.
Kenangan indahnya ghonimah perang Badar masih begitu terasa pada sebagian ummat Islam. Rampasan perang yang pada ummat-ummat terdahulu diharamkan itu, kini dihalalkan Allah SWT bagi ummat Islam.

Keindahan itu masih terus membekas dan turut menjadi pendorong sebagian mereka untuk berangkat dan ikut serta dalam perang Uhud.

Seandainya kita yang mendapatkan harta 'melimpah' itu, tentu banyak hal yang bisa kita lakukan; membayar hutang, modal untuk memulai usaha atau wiraswasta, menikah (kalau masih bujangan), atau menikah lagi bila sudah beristri, membayar kontrakan yang hampir jatuh tempo, bahkan membeli tanah dan membangun rumah sekaligus, membeli mobil, melengkapi isi rumah dengan perabot-perabot 'modern', membayar iurang sekolah anak yang sudah sekian lama menunggak, dan macam-macam lainnya.

Ini jika kita yang menerima dan mendapatkan rapasan perang atau ghonimah itu. Bagaimana dengan sebagian sahabat nabi SAW pada waktu itu? Marilah kita simak penuturan Ibnu Mas'ud RA berikut ini: "Kami tidak merasa bahwa ada seseorang dari sahabat Nabi SAW menginginkan dunia dan perkakasnya sehingga terjadilah peristwia Uhud."
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak firman Allah SWT berikut ini: Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih pada urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.

Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 152) Ayat ini menjelaskan bahwa:

1. Pada awal perang Uhud, Allah SWT telah memenuhi janji-Nya yang berupa kemenangan atas kaum musyrikin di bawah pimpinan Abu Sufyan.

2. Kemudian kaum muslimin tertimpa beberapa hal, yaitu:
a. Fasyal (takut dan lemah)
b. Tanazu' (berselisih)
c. Ma'shiyat (mendurhakai perintah dan tidak taat)

3. Karena beberapa hal inilah kemenangan yang sangat dicintai itu kemudian berubah menjadi kekalahan.

4. Hal itu terjadi karena ada sebagian kaum muslimin yang menginginkan atau mencintai dunia.

Dalam buku-buku sirah disebutkan bahwa pada awal berkecamuknya perang Uhud, kaum muslimin berhasil memukul mundur orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik yang terpukul mundur lari tunggang langgang meninggalkan banyak harta rampasan perang.

Melihat begitu banyaknya harta yang tercecer, sebagian kaum muslimin tergiur untuk segera memunguti dan mengumpulkannya. Yang lebih fatal, sebagian pasukan pemanah yang ditempatkan di gunung Uhud-pun ikut "turun gunung". Padahal tugas utama mereka adalah membentengi pasukan Islam dari kemungkinan serangan dari belakang. Benar saja, pasukan musyrik di bawah pimpinan Khalid bin Al Walid (sebelum ia masuk Islam pada kemudian hari) segera menyerang dari belakang, saat melihat pertahanan pada bukit Uhud melemah, melemah karena ditinggalkan banyak penjaganya yang asyik dan sibuk memunguti dan mengumpulkan harta rampasan perang.

Memang benar, yang menginginkan dunia (baca: cinta dunia) bukanlah keseluruhan pasukan Islam (baca: hanya beberapa oknum). Akan tetapi, bukankah ini menunjukkan bahwa barisan pasukan Islam tidak lagi utuh? Bukankah ini menunjukkan bahwa tujuan dan target mereka tidak sama lagi? Sebagian menginginkan akhirat dan sebagian lagi menginginkan dunia? Bukankah pula ini menunjukkan bahwa kejernihan dan kebeningan ikhlash telah terkotori oleh polusi interest pribadi atau kelompok dan cinta dunia? Kita harus mengingat dan sadar, bahwa perang Uhud bukanlah sekedar perang biasa.

Perang Uhud adalah peperangan aqidah (idiologi), peperangan nurani di samping peperang di medan laga. Dan tidak ada kemenangan pada peperangan di medan laga, bila dalam peperangan idiologis dan peperangan nurani kaum muslimin tidak mendapatkan kemenangan. Kita juga harus mengingatkan bahwa perang Uhud adalah peperangan fii sabilillah, dan Allah SWT tidak akan memberikan kemenangan pada peperangan seperti itu jika niat tidak ikhlash, tidak tulus, dan tidak jernih.

Karena adanya perubahan pada hati dan nurani sebagian kaum muslimin itu, berubah pulalah keadaan di medan laga. Kini pasukan Islam terjepit di antara dua kekuatan musuh. Sungguh, sebuah keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Kaum muslim pun harus membayar mahal atas cinta sebagian mereka kepada dunia itu:

1. Lima ribu malaikat yang dijanjikan Allah SWT akan diturunkan, tidak jadi diturunkan, karena janji itu terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu: tsabat (tegar), termasuk dihadapan godaan harta.

2. Dalam peperangan ini, telah terbunuh sebagai syuhada' sebanyak 69 orang, termasuk di antaranya: Sayyidus Syuhada' Hamzah bin Abi Thalib, paman nabi SAW, dan orang yang sangat beliau cintai.

3. Rasulullah SAW sendiri pada peperangan itu ikut membayar ulah beberapa oknum sahabatnya, beliau terperosok ke dalam lubang jebakan yang dibuat kaum musyrikin, dan hampir saja beliau SAW terbunuh. Empat gigi depan beliau SAW pecah dan tanggal. Muka beliau terluka oleh jepitan topi besi yang beliau kenakan.

4. Belum lagi kerugian-kerugian materiil dan kerugian-kerugian lainnya.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap tabah, sabar, dan tsabat dalam meniti jalan Allah yang lurus (shiratal mustaqim), termasuk tabah, sabar, dan tsabat dalam menghadapi godaan harta dan "ghonimah" era "REFORMASI". Aamiin.

sumber: pks-kab-bekasi

baca selengkapnya »»

24 Desember 2008

Mudzakirat Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah
Rabu, 04 April 07

Jadilah kalian orang-orang yang …
atsbatuhum mauqiifan ...yang paling kokoh atau tsabat sikapnya
arhabuhum shadran ...yang paling lapang dadanya
a’maquhum fikran ... yang paling dalam pemikirannya
ausa’uhum nazharan ... yang paling luas cara pandangnya
ansyatuhum ‘amalan ... yang paling rajin amal-amalnya
aslabuhum tanzhiman ... yang paling solid penataan organisasinya
aktsaruhum naf’an ... yang paling banyak manfaatnya



1. Atsbatuhum mauqiifan (tsabat sikapnya)
Tsabat adalah nafas rijalul haq sepanjang zaman. Ia adalah nafas Al Khalil Ibrahim as yang selalu sehat berenergi bahkan ketika menghadapi gunungan kayu yang akan melahapnya, Bilal yang tegar ditindih batu, Sumayyah martir syahidah muslimah, dan sahabat yang lain.

”Orang-orang yang tsabat harus bersabar atas anggapan bahwa perjuangan mereka dibayar, cita-cita mereka disetir, dan tujuan mereka dunia, sehingga semua tak ada yang tabu. Sogok, suap, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan, fitnah, pemutarbalikan fitnah mereka halalkan, tak peduli bendera apapun yang mereka kibarkan: demokrasi, kekyaian ataupun HAM. .. Maka diperlukan ketsabatan untuk sampai pada saatnya masyarakat memahami kiprah da’i yang sesungguhnya, jauh dari prasangka mereka yang selama ini terbangun oleh kerusakan perilaku da’wah oleh sebagian kalangan.”(Untukmu Kader Dakwah, Rahmat Abdullah)

Tsabat artinya memiliki kekokohan sikap dan keteguhan prinsip, amanah, dan profesional dalam segala hal. Tidak menggadaikan prinsip dengan materi, tidak menukar keyakinan dengan jabatan. Bekerjalah dan berkaryalah dengan keyakinan sikap dan prinsip untuk membuktikan janji, meneguhkan komitmen untuk meraih taqwa.

Yakinlah dengan jaminan Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat 41:30)

2. Arhabuhum shadran (lapang dadanya)
Sikap paling menonjol dari Nabi saw adalah lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman. Teladanilah Rasulullah, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Itulah keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka...” (QS Al Imran 3:159)

3. A’maquhum fikran (dalam pemikirannya)

4. Ausa’uhum nazharan (luas cara pandangnya)
Point ke tiga dan ke empat ini digabungkan dalam satu frase: spesialis dan berwawasan global. Dengan spesialisasi, diharapkan fokus pada keahlian atau keterampilan tertentu, sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Dan dengan berwawasan global, diharapkan tidak berpikiran sempit dan ‘terkotak-kotak’ pada bidang tertentu, sehingga melupakan kepaduan pemahaman terhadap ilmu dan pengembangan dunia kontemporer.

Hal ini dicontohkan oleh pribadi para ilmuwan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Biruni, dan lain-lain. Mereka adalah spesialis pada bidang-bidang tertentu, tetapi memiliki wawasan global terhadap perkembangan dunia di masanya. ”Belajarlah menggabungkan antara pengetahuan yang komprehensif, bersifat lintas disiplin dan generalis dengan penguasaan yang tuntas terhadap satu bidang ilmu sebagai spesialisasinya. Dengan begitu, sebagai seorang dai, Anda senantiasa berbicara dengan isi yang luas dan dalam, integral dan tajam, berbobot dan terasa penuh.” (Menikmati Demokrasi, Anis Matta)

5. Ansyatuhum ‘amalan (rajin amal-amalnya)
“Sesungguhnya amal yang dicintai Allah adakah yang berkelanjutan, meski itu sedikit.” Adalah bukan perkara mudah untuk istiqomah dalam amal ibadah, tapi mungkin dan bisa, asalkan kita membiasakan. At first we make habbit, at last habbit make you. Keseriusan, ketekunan dan kerja keras itulah yang mengantarkan seseorang pada derajat mulia, seperti ketekunan Bilal bin Rabbah yang menjaga dengan istiqomah kondisi suci dengan wudhu dan sholat 2 rakaat setelahnya yang berbuah surga.

6. Aslabuhum tanzhiman (solid penataan organisasinya)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 61:4)

”Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan di dalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien, dan produktif.

Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan-keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain.” (Dari Gerakan ke Negara, Anis Matta)

Bagaimanapun, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a “Kebenaran yang tak terorganisir akan terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”. Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, dan kalau ada, biasanya tanpa manajemen. Seorang penumpang bis kalah ’sukses’ dengan ‘jamaah’ penjambret. Copet-copet bisa ’sukses’ karena organisasinya solid, jibakunya luar biasa. Jaringan narkoba ’sukses’ karena ketaatan dan kedisiplinan menjaga ’amanah’ jaringan mereka. Maka bila mereka bisa bersatu dalam dosa dan kejahatan, apatah lagi yang berjuang di jalan Allah, harus lebih rapi dan solid lagi dalam penaatan organisasi.

7. Aktsaruhum naf’an (banyak manfaatnya)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Tirmidzi)

Raihlah bahagia dengan berkiprah, ringan membantu sesama dan senang membahagiakan orang. Jadilah pribadi andal layaknya bibit yang baik. Bibit yang baik, kata Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam “Mudzakirat Da’wah wa Ad Da’iyah”, di manapun ia ditanam akan menumbuhkan pohon yang baik pula. Itulah sebaik-baik manusia, shalih linafsihi hingga naafi’un lighairihi.

”Perumpamaan mukmin itu seperti lebah. Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak.” (HR. Thabrany)

“Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu.” (HR. Ath-Thabrani) Milikilah Allah dengan selalu dekat dengan-Nya. Milikilah Rasulullah dengan mantaati dan meneladaninya. Milikilah syafaat Al Qur’an dengan membaca(tilawah), merenungkan(tadabbur), menghafalkan(tahfidz), mengamalkan dan mendakwahkannya. Miliki dengan memberi.

Wallahu ‘alam bish showab

baca selengkapnya »»

22 Desember 2008

Musyawarah Majelis Syura X:
Sikap politik PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung dan berperan aktif dalam usaha memerangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Berikut ini adalah enam sikap politik PKS terhadap beberapa kondisi aktual Bangsa.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung dan berperan aktif dalam usaha memerangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Oleh karena itu PKS memandang posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap diperlukan di Indonesia dan bahkan harus diperkuat peranannya dengan menghadirkan KPK di daerah-daerah disertai dengan penyediaan tenaga-tenaga profesionalyang memiliki integritas tinggi. PKS juga berharap KPK dapat masuk ke dalam masalah-masalah korupsi yang memiliki dampak besar bagi kehidupan bangsa Indonesia, seperti dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan BUMN-BUMN strategis.

Dalam menghadapi krisis global, PKS mengapresiasi kebijakan yang telah diambil Pemerintah dan Bank Indonesia sebagai langkah yang cukup efektif untuk meredam kepanikan. Namun ini harus dijaga keberlanjutannya untuk menghasilkan ekspektasi publik yang positif atas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia, karena dampak krisis ini masih akan panjang. Dalam jangka pendek perlu dikembangkan langkah-langkah yang memberikan dukungan kongkrit kepada sektor riil diantaranya: stabilisasi harga, fasilitasi pengembangan pasar ekspor alternatif, menurunkan harga BBM, dll. Dalam jangka panjang untuk menghindari krisis lebih lanjut penting dilakukan perumusan kebijakan ekonomi alternatif yang telah terbukti handal dalam menghadapi gempuran krisis ekonomi nasional 1998 dan krisis global saat ini, seperti yang sudah mulai dirintis oleh Pemerintah RI melalui penerapan UU Perbankan Syariah dan UU Surat Berharga Syariah Nasional (Sukuk).

Dalam spirit menyambut hari Sumpah Pemuda, rasa tanggung jawab dan cinta terhadap masa depan bangsa PKS menuntut segera atas pengesahan RUU Pornografi dalam rangka komitmen melaksanakan Pancasila, UUD 1945, menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan kualitas seni budaya dan moralitas bangsa dalam semangat menghormati bhinneka tunggal ika.

Pentingnya mengawasi realisasi pelaksanaan anggaran belanja negara 20% untuk pendidikan nasional agar tidak menjadi lahankorupsi baru yang bertentangan dengan semangat merealisasikan ketentuan UUD itu. KPK dituntut untuk jeli mengawasi hal ini.
Mendesak kepada pihak PT Lapindo Brantas untuk lebih bertanggung jawab terhadap korban-korban kasus lumpur Lapindo, dan mendesak Presiden untuk segera merevisi Keppres tentang perluasan peta daerah terdampak.

Pertimbangan Koalisi:
1. PKS akan memperjuangkan Indonesia Madani yang adil, sejahtera dan bermartabat

2. PKS siap berkoalisi dengan berbagai komponen bangsa yang sejalan dengan platform PKS untuk membangun Indonesia.

3. PKS akan berkoalisi dengan pihak-pihak yang:
a. Reformis dan anti korupsi
b. Sungguh-sungguh berjuang untuk kesejahteraan bangsa
c.Mampu mengelola Pemerintahan dan Negara secara professional

Sidang pleno Majelis Syuro PKS ke-10 menetapkan kandidat pemimpin Nasional dari kader PKS sebagai berikut:

1. DR. H.M. Hidayat Nur Wahid
2. Ir. H. Tifatul Sembiring
3. DR. H. Salim Segaff Al Jufri
4. H.M. Anis Matta Lc.5. Prof. DR. H. Irwan Prayitno
6. H. Suharna Surapranata M.T.
7. DR. H. Sohibul Iman MSc.
8. DR. H. Surahman Hidayat, M.A.

Jakarta, 26 Syawal 1429 H / 26 Oktober 2009
sumber: ( PIP PKS-Malaysia pks-malaysia.org)
baca selengkapnya »»

20 Desember 2008

REKOMENDASI MAJELIS SYURO

A.Soliditas Kader dan Struktur
1. Mewajibkan kader , pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS untuk terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah

2. Mewajibkan semua kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS untuk menampilkan keteladanan ; sikapnya (qudwah hasanah), dan menjauhkan berbagai sikap yang dapat merusak nama baik dirinya, nama baik PKS, dan melemahkan soliditas internal.

3. Mendorong semangat amar ma’ruf nahi munkar di kalangan kader, struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS, dengan tetap mengedepankan cara yang santun, beradab, procedural, dan sikap lapang dada dalam menerima koreksi dan kritik.

4. Meningkatkan tsiqoh mutabadillah antara kader dan qiyadah di seluruh jenjangnya.

5. Memperluas sosialisasi AD/ART dan platform Partai kepada seluruh kader, pejabat structural, dan tokoh public yang mewakili PKS

6. Melakukan publikasi berbagai bentuk keberhasilan dakwah secara berkala kepada kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS agar tumbuh optimisme dan semangat juang.

7. Melakukan pemetaan persoalan internal PKS secara integral dan menasional, dalam rangka menyelesaikan permasalahan internal secara tuntas.

8. Menegaskan hubungan keorganisasian yang baku sesuai dengan kaidah-kaidah organisasi antara DPP – TPPN di satu sisi, serta SC – OC TPPN di sisi yang lain.

9. Optimalisasi BPK sebagai lembaga yang berwenang melakukan ri’ayah mustamirrah wamutawashilah (maintenance berkelanjutan) terhadap amaliyah tarbawiyah

10. Mengamanatkan kepada MPP untuk menyusun mekanisme jarring aspirasi dan sosialisasi putusan MS kepada seluruh kader, pejabat structural, dan tokoh public yang mewakili PKS

11. DPTP menginformasikan kebijakan strategis yang dibuatnya kepada semua anggota MS

12. Memperjelas system dan mekanisme evaluasi dan monitoring segala bentuk produk yang bersifat dhawabith, dan pedoman yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi partai.

13. Mengamanatkan kepada MPP untuk segera menyelesaikan pedoman reward and punishment dalam promosi, proyeksi, dan nominasi

B. Mekanisme dan Penentuan Kebijakan
14. Konsistensi pengambilan keputusan di semua level struktur sesuai dengan AD/ART, pedoman, serta panduan Partai.

15. Menegaskan kembali pentingnya menjaga adab dan sirriyatul mudawalah (kerahsiaan dialog internal) di seluruh rapat resmi partai di luar pernyataan resmi, dan pentingnya memastikan agar rapat resmi partai hanya di hadiri oleh orang-orang yang berhak atau diizinkan di dalam ruang rapat.

16. Melakukan penguatan aspek dokumentasi, rencana, produk dan notulensi rapat serta
sosialisasi dan control pelaksanaannya.

C. Pendanaan
17. Meningkatkan transparansi dan accountability keuangan dan asset Partai dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip amny


18. Melakukan diversifikasi dalam fund rising dan pelibatan kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS, dengan mempertimbangkan panduan pencarian dana yang telah dibuat oleh DSP

D. Penanganan Qadhiyah Kader
19. Mewajibkan semua kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS agar meningkatkan pengendalian diri dan terhadap prilaku, tampilan, dan pernyataan yang berpotensi menimbulkan dampak negative bagi soliditas internal.

20. Optimalisasi lembaga tarbawi dan tanzhimi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut individu kader secara adil, transparan dan non diskriminatif.

21. Menguatkan fungsi tarbawi dan da’awi seluruh kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS, seiring dengan fungsi mereka dalam pemenangan Pemilu.

E. A’iliyah
22. Membentuk lembaga ta’awun dan takaful yang secara khusus menangani persoalan kader

23. Menganjurkan seluruh kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS untuk meningkatkan sikap kepedulian dan empati terhadap persoalan ma’isyah kesehatan para kader secara khusus, dan masyarakat secara umum.

F. Mutaba’ah Keputusan
24. Memerintahkan kepada struktur agar segera melaksanakan klausul dalam AD/ART yang berkenan dengan “pernyataan di atas materai sebagai kader”
baca selengkapnya »»

16 Desember 2008

Dr. Saad al-Katatny, Ketua Fraksi Ikhwan di Parlemen Mesir
Tak Banyak Manfaatnya Dialog Islam-Barat

Sejauh mana pentingnya dialog antara muslim moderat dengan Barat? Untuk menjawabnya, rasanya cukup menengok pada satu hal; Islam dan Barat hidup dalam dunia yang sama. Ada banyak orang Islam di Barat, dan di antara mereka tidak sedikit pula Muslim yang menjadi tokoh.

Pertemuan antara Islam dan Barat selalu saja penuh dengan konfrontasi. Sejarah bermula di era penjajahan, di mana pergerakan Islam, disokong kekuatan nasional lainnya, melawan Barat yang serakah. Pada periode ini, Islam hanya melihat satu kemungkinan: Barat adalah penjajah. Sedangkan Barat, untuk membenarkan penjajahan mereka, menganggap semua orang Islam adalah kaum barbar dan brutal. Inilah kesan pertama Islam yang diperkenalkan Barat pada masyarakatnya.

Babak kedua konfrontasi Islam dengan Barat adalah ketika berlangsung konflik Arab-Israel. Selama dua abad lamanya kemudian, Islam dan Barat menemukan arah yang baru. Hancurnya Soviet menjadi pemicu negara-negara Islam mulai mencari pelindung kepada Barat, yang dengan serta merta menyambutnya dengan tangan terbuka, terutama AS. Faktanya kemudian, Barat menelikung dengan menghancurkan semua kekuatan politik Islam dengan bantuan pemerintahnya sendiri—satu hal yang kemudian membuat Barat dijuluki “Pengkhianat”. Sampai sekarang, pola ini masih terus berlanjut dan berlangsung.

Pemerintah setempat melakukan hal yang lebih buruk lagi; mereka memberikan persepsi negatif tentang Islam di Barat. Mereka pun menguasai media dan menggelembungkan imej jika Islam adalah teroris, radikal, dan anti-demkorasi. Karena hal ini, Islam menjadi skeptis terhadap AS. Ditambah lagi dukungan AS terhadap Israel yang begitu gencar.

Akibatnya, kedua pihak antara Islam dan Barat melakukan aksi 'sapu-bersih' yang tidak seimbang. Di Barat, semua golongan Islam sama. Ikhwan tidak ada bedanya dengan Al Qaidah. Padahal, selain secara prinsip, organisasi, orientasi, pandangan, dan pola pemikiran pun berbeda. Di sisi lain, Islam pun kesulitan untuk mengenal Barat.

Memang ada perbedaan antara Uni-Eropa dan AS. Tetapi, Islam hanya mengenal AS cenderung lebih ekstrim dalam menilai Islam. Hal ini berdasarkan pada kepentingan jangka pendek di wilayah-wilayah tertentu, terutama mengenai Israel, minyak, dan pengendalian wilayah strategis yang penting. Sedangkan Uni-Eropa lebih tertarik pada isu demokrasi dan hak asasi. Tapi hal ini pun tak kurang buruknya dalam memanipulasi citra Islam. Uni-Eropa juga tidak kalah hebat dalam mendukung Israel.

Dalam hal ini, sangat penting untuk memahami Ikhwan sebagai gerakan yang moderat. Ikhwan selalu membuka dialog terhadap Barat. Tapi selalu saja ada halangan besar terhadap Ikhwan. Sokongan Barat terhadap rejim lokal ddalam alasan utama di balik semua itu. Pemerintahan Barat memilih bungkam terhadap berbagai kejahatan hak asasi yang dilakukan oleh rejim pemerintah. Begitu pula ketika terjadi pengadilan negeri menghukum para pembesar Ikhwan, di antaranya Khairat el Shater. Kemudian, tanpa alas an yang jelas, pemerintah membekukan semua aset yang dipunyai oleh Ikhwan. Mereka juga menangkapi ratusan anggota Ikhwan. Untuk semua itu, kita perlu ingat, Barat tidak melakukan apa-apa.

Pemerintahan Barat, terutama AS, harus mengklarifikasi posisi mereka mengenai demokrasi di Timur Tengah. Sepertinya tidak mungkin jika mereka mengatakan bahwa mereka begitu tulus mendukung demokrasi, sementara mereka masih saja terus memberikan dukungan kepada rejim-rejim setempat dalam melaksanakan tekanan dan ancaman kepada lawn politik mereka. Ini bukan saja merusak masa depan reformasi, tapi juga perdamaian keamanan internasional. Ini lah halangan dakwah terbesar Ikhwan, karena ketika Ikhwan menggulirkan reformasi tanpa kekerasan, isu radikal sudah menghadangnya.

Barat harus menyadari bahwa gerakan demokrasi : “ Satu orang, satu suara ", dalam sebuah pemilihan akan menjadi sangat absurd, jika tidak menghasilkan perubahan di dunia Islam, yang sekarang mereka kuasai. Jika beberapa kawasan mereka kuasai, lalu cukup kuat rakyat mendukung Islam sebagai kekuasaan politik, tentu Barat akan segera menghancurkannya. Sejarah selalu menunjukan bahwa kita selalu saja dihalangi oleh kekuatan Barat, yang menginginkan ditegakkan nilai-nilai dan sistem islam, dan berangsur-angsur dilenyapkan jika gerakan Islam tidak terpilih lagi.

Terakhir, Barat harus juga menyadari bahwa dengan mendukung pemerintah diktator setempat, maka Barat melakukan pengkhianatan. Sementara memang para diktator ini rela untuk bekerja sama dengan pemerintah, karena hanya dengan begitulah mereka bisa tetap eksis. Jadi, ketika kita berbicara dialog anatar Islam dan Barat, maka kita memasuki “area abu-abu”. Kesalahpahaman akan selalu muncul, dan hanya akan mengancam semua orang.
baca selengkapnya »»