11 Desember 2008

Kami berkoalisi dengan Rakyat
Dr. Mahdi Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin

Sikap Ikhwan terhadap penguasa tetap tidak pernah berubah. Walaupun Ikhwan membuka pintu koalisi, tetapi jika pemerintah berbuat salah, Ikhwan akan dengan tegas menyuarakan dan melawannya. "Kami selalu bersama rakyat, itu yang terpenting!" Ujar Mursyid Aam, Mahdi Akif.


Bagaimana konsep koalisi yang diusung Ikhwan sebenarnya?

Saya tidak bisa menganjurkan rakyat Mesir yang telah mengalami segala kekacauan, dan kemudian kita melawan bentuk-bentuk kriminalitas, serta berbagai ujian, hanya atas nama Mesir. Kami akan melawan semua kejahatan yang ditujukan terhadap Ikhwan, partai-partai, dan negara, karena kami yakin, Allah akan menolong kita.

Apa yang terjadi di Amerika sungguh sesuatu yang tak terbayangkan. Resesi ekonomi saat ini, yang menghancur-leburkan, datang karena tirani, nilai dan perilaku yang baru dalam sistem kapitalis yang mereka yakini sebagai ideologi. Mereka semua paham akan hal itu, termasuk Presiden Prancis Nicholas Sarkozy dan pemimpin-pemimpin Barat lainnya. Ini masalah sistem kapitalis yang bathil, tanpa moral, tanpa nilai, dan sistem ini merusak semua prinsip hidup manusia yang legal.

Dan, apa yang terjadi di Palestina, Afghanistan, Iraq, Somalia, dan Sudan tidak bisa diterima—sesuatu di luar nalar kekuasaan dan kemampuan akal sehat. Walaupun dibandingkan dengan Turki yang sudah mulai menggunakan pesawat tempur seperti Bush untuk menyerang suku Kurdi. Dan, sebenarnya Turki adalah negara Islam dan suku Kurdi sendiri orang Islam. Mengapa kita tidak duduk bersama dan bernegosiasi? Mantan Perdana Menteri Turki, Profesor Erbakan pernah mengatakan kepada saya, bahwa dia sedang menyiapkan sebuah program dengan suku Kurdi tanpa menggunakan senjata. Semuanya itu mungkin.


Kami juga menyatakan: “Ayo rakyat Mesir, datang dan berdialoglah! Lupakan semua yang pernah kita hadapi, untuk tanah air ini dan juga masa depannya”. Saya juga menggunakan bahasa ini pada rejim yang sedang berkuasa, tapi saya tahu tampaknya mereka tidak mendengarkan.

Banyak pihak yang mengartikan tindakan seperti itu kepada penguasa hanya sesuatu yang palsu, bahwa sebenarnya anda mendukung rejim berkuasa?

Itu gila. Siapapun yang menuduh seperti itu hanya ingin menggoyahkan Ikhwan. Kami hanya berkata kepada mereka: “Ayo kita berpikir dan duduk bersama untuk negeri ini. Kami tidak mencari keuntungan pribadi.

Kami melakukan ini semua untuk Negara ini”. Ketika kami bertemu dengan partai-partai, kami mengatakan, “Negara kita, Mesir!”—kami tidak pernah menyebutkan Ikhwan. Maka, ketika kami berkumpul dalam pertemuan partai politik tahun 1990, saya mengatakana bahwa kami setuju dalam segala hal. Kecuali, kebebasan, sirkulasi kekuasaan, dan penghancuran hukum.

Tapi sekarang, setiap orang bebas mengemukakan agenda dan ideologinya. Kita hanya perlu menghormati prinsip-prinsip itu dan kemukakan program yang anda rencanakan.


Sebagai contoh, kami mengemukakan platform partai dan mengumumkannya dan juga mengirim berkasnya kepada para kaum intelektual. Saya katakan kepada mereka “Kami mengharapkan pandangan anda.” Tapi, keesokan harinya kami diserang oleh media, karena mereka salah paham. Saya bertemu dengan sebagian dari mereka dan saya mengatakan: “Bukankah saya mengirimkan kepada anda surat yang tertutup, dan meminta anda untuk menjawab kepada saya, bukannya kepada pers? Mereka minta maaf, semuanya mengatakan itu sebuah kesalahan.

Anda membicarakan Ikhwan yang memberikan manfaat kepada negara ini, dan hal ini tidak bisa diartikan sebagai sebuah perjanjian. Ramadhan yang baru lewat, anda mengundang beberapa elit politik dan tokoh terpandang di negeri ini. Semuanya setuju pada agenda bersama—bagaimana Ikhwan merealisasikan agenda itu, mengakhiri kondisi darurat, membuka kebebasan berpartai, memberikan rasa aman pada pemindahan kekuasaan, dan menerbitkan media dengan bebas?

Kami serius dalam melaksanakan hal ini. Beberapa hari ini, kami bertanya-tanya apa yang terjadi terhadap koalisi ini—pada pihak yang kontra dan pro. Kami tidak ingin mengulangi pengalaman yang sama; kami hanya ingin membangun koalisi dengan seluruh kekuatan politik dan rakyat, untuk duduk bersama dan merumuskan agenda melalui prinsip-prinsip yang jelas, dan kami bisa memperbaiki negara ini dan mengeluarkannya negara ini dari tirani dan krisis.

Apa ada jaminan bahwa Ikhwan akan menggunakan kekuatan politiknya untuk melakukan semua itu?

Prinsip dan kebijakan kami sangat jelas. Seorang professor atau doktor yang berbicara tentang Ikhwan menyimpulkan: “Saya membedakan Ikhwan dengan pendekatan ideologi yang dimiliki oleh Ikhwan itu sendiri.” Orang-orang seperti professor ini seharusnya lebih dihormati. Tapi saya heran terhadap mereka yang hanya mengulangi apa yang mereka dengar tanpa pemahaman. Apakah mereka sudah mempelajari prinsip Ikhwan dan kemudian membedakannya? Ataukah mereka mempelajari sejarah Ikhwan? Saya menyambut baik diskusi yang rasional berdasarkan opini dan kajian, bukan cuma desas-desus di media. Tapi, jika ada orang yang seperti itu ingin membuka dialog, saya selalu terbuka.

Syukur kepada Allah, Ikhwan mempunyai kemampuan untuk mendengarkan seluruh orang dan berbicara kepada mereka. Kami tak akan pernah tergesa-gesa mencapai tujuan dan prinsip kami, dan kami tak akan melangkahi sasaran yang hendak kami wujudkan. Ini bukan sebuah proyek semu, tapi ini sebuah proyek yang berdasarkan Islam dan sejarah.

Apa agenda reformasi nasional? Apakah termasuk menyetujui suksesi Presiden Hosni Mubarak?

Sejauh ini saya tidak pernah mengontak pemerintah. Ini membuat saya bingung tapi saya tidak peduli, apakah mereka juga menghubungi atau tidak. Saya bersama rakyat, saya terus berhubungan dengan rakyat, dan saya tidak peduli siapa yang menangani suksesi presiden.

Karena saya tahu, agenda dan kekuasaan yang tiranik telah membedakan kami dengan semua yang ada sekarang ini. Sekiranya kita hidup di negara yang bebas dan menerapkan demokrasi yang sesungguhnya, saya pasti akan mengatakan itu. Sekarang, semuanya sia-sia, karena isu seperti ini tidak akan pernah selesai.

Untuk opini publik, saya pikir orang percaya kepada kami dalam menolak hukum yang dibikin oleh manusia, oleh Gamal Abdul Nasser, dan yang lainnya. Ketika saya ditanya tentang Gamal (anak Hosni Mubarak), ketika pertama kali muncul, saya menegaskan: “Dia seorang warga negara yang mempunyai hak untuk mengikuti pemilihan umum. Ini adalah hal yang normal.”

Dan rakyat pun punya hak untuk memilih, tapi ketika mereka merevisi konstitusi untuk menggunakan pasal yang sudah diubah untuk kepentingannya, saya menyatakan: “Jika dia ingin menjadi presiden, dia harus meninggalkan istana ayahnya dan berbaur dengan rakyat!”. Jadi dia bisa melihat apa yang bisa dia lakukan untuk rakyat Mesir. (Sa)
baca selengkapnya »»
Hujatan terhadap Dakwah Al-Banna
Metode yang ditempuh harakah Ikhwan dalam hal ini, juga telah dijelaskan oleh Muhammad Fathy Utsman dalam kitabya "As-Salafiyah fi al-Mujtama'at al-Mu'ashirah, Manhajiyatu al-Ustadz Hasan al-Banna min Khilal Mudzakkiratihi" (Salafiyah di Era Masyarakat Modern, Manhaj Ustadz Hasan al-Banna dalam Memorandumnya).


Dalam buku itu disebutkan:
"Sejak usia muda, Hasan al-Banna sangat memegang teguh amalan sunnah, hingga dalam hal pakaian. Ketika masih menjadi pelajar di sekolah pendidikan guru, beliau mengenakan ‘imamah, memakai sandal untuk ihram waktu haji, sorban yang beliau simpangkan di atas jubah, dan memelihara janggut.

"Ketika direktur madrasah bertanya tentang pakaian tersebut kepadanya, Hasan al-Banna menjawab, sebagaimana tertulis dalam mudzakkirahnya, 'Pakaian seperti ini adalah sunnah.' Sang kepala sekolah lalu menimpali, 'Apakah engkau sudah mengamalkan semua sunnah-sunnah Rasul, sehingga tidak tersisa kecuali sunnah dalam berpakaian?'

"Al-Banna mengatakan, 'Saya belum mampu melakukan semua sunnah, dan kita memang sangat kurang dalarn hal tersebut. Akan tetapi apa yang kita mampu melakukannya, hendaknya kita lakukan."

Di awal da’wahnya di Ismai’iliyah, beliau menghadapi perpecahan klasik antara ansharu sunnah (kelompok pendukung sunnah) dan Thuruqiyah (kelompok pengikut tarekat sufi).

Dalam mudzakkirahnya, beliau menuliskan bahwa di suatu malam ketika menyampaikan pelajaran yang beliau di masjid kecil, salah seorang hadirin bertanya tentang tawassul. Al-Banna menyadari gelagat perpecahan dan permusuhan yang akan terjadi melalui pertanyaan itu.

Beliau mengatakan:
"Saudaraku, saya kira anda tidak akan bertanya pada saya tentang masalah ini saja. Tapi anda ingin bertanya juga tentang shalawat dan salam yang dibaca setelah adzan, tentang membaca surat al-
Kahfi pada hari jum 'at, tentang lafadz “sayyidina" dalam tasyahud, tentang kedua orang tua Nabi saw. di mana kuburan mereka berdua, tentang membaca al-Qur'an apakah pahalanya sampai kepada mayyit atau tidak, tentang kumpulan-kumpulan yang diadakan pengikut thariqat, apakah termasuk ma'shiat atau
Qurbah (mendekatkan) pada Allah... ?"

Hasan al-Banna menyadari posisi dan tema-tema yang menjadi perselisihan dan perdebatan. Beliau ingin menghadapi krisis dan perselisihan ini melalui metode yang baik.

Beliau melanjutkan:

“Setelah itu, aku terus merinci masalah-masalah khilafiyah yang memicu fitnah klasik dan perselisihan sengit di kalangan masyarakat kepada si penanya. Orang itu terkejut, katanya: 'Ya, saya ingin mendengar jawaban anda tentang masalah itu seluruhnya.'

"Aku katakan kepadanya: 'Saudaraku, aku bukanlah seorang alim. Aku hanya seorang guru yang hafal beberapa ayat al-Qur'an, hadits Nabi, serta beberapa hukum agama yang saya peroleh lewat mempelajari kitab-kitab dan aku ingin mengabdikan hal itu dengan mengajarkannya pada manusia. Bila anda keluarkan saya dari lingkaran itu, artinya anda telah menyakitiku.

"Orang yang mengatakan 'Aku tidak tahu' berarti ia telah berfatwa. Bila ada beberapa hal yang engkau sukai dari kebaikan yang aku ucapkan dan sebutkan, dengarkanlah dengan baik. Tapi bila anda ingin memperluas pengetahuan silahkan tanya para ulama dan tokoh selainku yang dapat memberi fatwa apa yang anda inginkan. 'Sampai di sinilah batas kapasitas ilmuku. Dan Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya.'

"Si penanya tampaknya setuju dan tidak melontarkan jawaban kembali. Dengan cara seperti inilah, ia mengurai permasalahan. Para hadirin pun merasa tenang dengan penyelesaian tersebut.
Meskipun demikian, aku tak ingin kehilangan kesempatan.

"Aku kembali mengatakan kepada mereka: 'Saudara-saudaraku sekalian, aku tahu sekali apa yang dikehendaki si penanya dan
mungkin juga diinginkan oleh para hadirin sekalian. Yaitu, ingin mengetahui, kira-kira berdiri di pihak manakah guru baru ini? Apakah aku dari kelompok Syaikh Musa, atau Syaikh Abdus Sami'?
(Keduanya adalah tokoh yang mengepalai kelompok anshar sunnah dan thariqat).

"Mengetahui masalah ini sebenarnya, tak ada manfaatnya bagi kalian. Cukuplah selama delapan tahun kalian tenggelam dalam cuaca fitnah perpecahan. Masalah-masalah ini telah diperselisihkan oleh kaum muslimin selama ratusan tahun, dan sampai sekarang pun mereka masih memperselisihkannya.

"Allah swt. meridhai kecintaan dan persatuan di antara kita, dan membenci perselisihan dan perpecahan. Aku harap kalian berjanji kepada Allah untuk meninggalkan masalah ini sekarang juga dan bersungguh-sungguh mempelajari berbagai landasan dan prinsip dalam agama.

"Lalu kita menerapkan akhlaqnya, keutamaannya, serta anjurannya yang telah ditetapkan di dalamnya. Melakukan amal yang wajib dan sunnah, meninggalkan sikap takalluf (berlebihan), sampai jiwa kita menjadi bersih. Dan maksud kita seluruhnya adalah mengetahui yang haq, bukan hanya menjadi pendukung salah satu pendapat.

"Pada saat itulah, kita dapat mempelajari masalah-masalah ini seluruhnya secara bersama di bawah naungan cinta, percaya, persatuan dan keikhlasan.'


"Selanjutnya, sebelum selesai dari pengajian malam itu, kami bertekad untuk menjadikan orientasi kami saling tolong menolong, mengabdi pada Islam yang hanif, bersatu dalam beramal untuk Islam, membuang perselisihan, sementara masing-masing berpegang pada pendapatnya, sampai Allah swt. menetapkan apa yang pasti terjadi.

"Dengan pertolongan Allah, setelah itu program pengajian rutin terus berjalan, dan benar-benar jauh dari suasana perselisihan."

Hasan al-Banna berusaha membentuk pemikiran para pendengarnya, membentuk anggota jama'ahnya secara bertahap dan secara perlahan membawa mereka ke arah aqidah yang benar.
Bersama-sama melangkah pada pemahaman salaf terhadap hakikat-hakikat agama dengan kemudahan, memelihara agar jama'ahnya tidak justeru menambah jumlah satu bentuk aliran tarekat
lain dari tarekat shufi yang ada, dan menuntun manusia jauh dari fenomena tersebut.

Kalaulah bukan karena benturan langsung yang menghantam jama’ah, niscaya pengaruhnya bergolak di Mesir, di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam mudzakkirahnya, al-Banna menuliskan:
"Sebenarnya, aku tak menginginkan da'wah dengan cepat menyebar sebagai satu jalan yang khusus. Hal ini dilatarbelakangi berbagai sebab, dan yang paling penting adalah aku tak ingin masuk dalam
arena permusuhan dengan para pendukung tarekat lain. Dan aku tak ingin justeru membuat kaum muslimin lari, tidak juga mengabaikan salah satu sisi dari sisi ishlah (perbaikan) yang diajarkan Islam.

"Aku ingin sungguh-sungguh menjadikan da'wah ini merata, tegak di atas ilmu, tarbiyah (pembinaan) dan jihad. ltulah rukun-rukun dawah Islam secara global."

Upaya al-Banna untuk menghindari benturan dengan kelompok-kelompok tarekat dan selain mereka dari organisasi-organisasi keagamaan ternyata tidak menutup kemungkinan pihak selain beliau memancing percekcokan dan benturan.

Kenyataan banyaknya manusia yang kagum dengan metode da'wahnya, kemudian mereka yang mengelilinginya, juga penghormatan mereka kepada para aktivis dawah ikhwan, memunculkan fitnah kedengkian dan dendam dalam hati orang-orang yang mempunyai ambisi tertentu.

Mereka kemudian menggambarkan da'wah dan para da'i dengan berbagai penggambaran buruk ke hadapan manusia. Antara lain. mereka menuduh ikhwan sebagai madzhab kelima, para da'inya adalah pemuda bau kencur yang gegabah, menggunakan kedok da'wah untuk ambisi meraih keuntungan, berdusta dan memakan harta manusia secara bathil dan lain sebagainya.

Mereka menulis surat kepada penguasa Mesir saat itu, dan merangkum semua hal aneh di dalamnya tentang da'wah. Di antaranya disebutkan bahwa Ustadz al-Banna adalah seorang komunis yang mempunyai hubungan dengan Moskow, mendapat kucuran dana dari intelejen sana.

Juga dikatakan bahwa beliau adalah utusan partai Wata (sebuah partai oposisi yang melawan pemerintah saat itu) dan bekerja melawan sistem pemerintah yang tengah berkuasa.

Mereka menuding Hasan al-Banna yang menerangkan peri kehidupan Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Abdul Aziz radhiallahu ‘anhum dalam pengajiannya adalah dalam rangka untuk mengkritik pemerintah Mesir saat itu.

Namun semua tipu daya ini gagal. Hasan al-Banna justeru dikenal sebagai orang yang sangat iltizam dengan sunnah secara praktis, dan menghindari debat mulut di depan umum. Hanya bila ada kesempatan untuk memberi nasihat, beliau manfaatkan kesempatan tersebut dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Pernah terjadi, di suatu malam bulan Ramadhan, ketika seorang hakim bersama beberapa tokoh dan pejabat kota datang mengunjungi kota Isma'iliyah.

Disebutkan dalam mudzakkirahnya:
“Seorang hakim datang membawa beberapa cangkir terbuat dari perak kepada kami. Ketika tiba giliranku, aku meminta agar cangkir perak itu diganti dengan cangkir dari kaca saja. Hakim tersebut
memandangku sambil tersenyum. Ia mengatakan bahwa masalah itu masih diperselisihkan oleh para ulama, dan memerlukan pembicaraan yang panjang. Mengapa kita sampai terlalu keras terhadapmasalah ini.

Aku berkata: "Tuanku, masalah ini memang masih diperselisihkan, kecuali dalam masalah menggunakannya dalam hal makan dan minum. Hadits yang melarang hal ini muttafaq'alaih. Tak ada celah bagi kita untuk melakukannya.

Seorang hakim kota yang juga ada dalam majelis tersebut akhirnya turut berbicara, ia mengatakan: "Tuanku, selama di sana ada nash, maka nash yang lebih patut dihormati. Kita memang tidak diharuskan mencari apa hikmah di balik itu. Tapi cukup mengamalkan nash sampai suatu saat nyata hikmahnya. Pertama kali, kita harus melakukan isi nash dahulu. Kemudian bila temyata kita tahu hikmahnya, maka kita telah melakukannya. Tapi bila tidak, tidak lain itu karena kedangkalan kita. Bagaimanapun beramal adalah kewajiban."

Dalam mudzakkirahnya, al-Banna lalu menyebutkan:
"Kesempatan yang tepat. Dan aku berterima kasih pada hakim kota. Aku katakan kepadanya: "Bila anda telah memutuskan demikian, maka lepaskanlah cincin ini, karena terbuat dari emas, dan nash
telah mengharamkannya."

(Setelah sedikit dialog) Hakim kota melepaskan cincinnya di hadapan orang-orang yang memandang sikap ini sebagai bentuk amar ma'ruf, nahyul mungkar, atau nasihat karena Allah.

Hasan Al Banna Pengamal Sunnah bukan pembuat bid'ah

Dalam kesempatan lain, Hasan al-Banna dan beberapa Ikhwan berfikir untuk menghidupkan sunnah melalui shalat 'Id di tanah lapang.

Al-Banna mengatakan: " Aku dikejutkan dengan serangan kasar
dari orang-orang yang mencari celah untuk menghantam da'wah dengan menyebutkan bahwa ide tersebut adalah bid'ah, menyia-nyiakan masjid, fatwa sesat, dan, siapa yang mengatakan bahwa
jalanan lebih baik dari pada masjid... ?

Kebetulan saat aku sedang melakukan i 'tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan di masjid al-Abbasi. Banyak orang yang datang dan menanyakanku tentang masalah "bid'ah baru" tersebut.

Aku terkejut dengan tuduhan yang tanpa dasar terhadap ide shalat 'Id di tanah lapang.

Selanjutkan saya jelaskan hukum agama dengan mudah, dan tidak terikat. Aku sampaikan kepada mereka beberapa nash fiqih dalam masalah ini, dan aku tetap berupaya menghindari perdebatan. Aku pesankan mereka untuk tetap menjaga persatuan dan jauh dari permusuhan."

Hasan al-Banna telah menentukan untuk diri dan jama'ahnya strategi tertentu dalam masalah ini, guna memelihara apa yang mereka ketahui dari sensitifnya masyarakat setempat terhadap
masalah perselisihan masalah-masalah keagamaan.

Di samping itu, mereka juga dekat dengan zaman perselisihan-perselisihan masa lalu. Karenanya, al-Banna mengatakan:
"Saya menetapkan untuk tidak melangkah kecuali setelah lebih dulu konsultasi dengan para ulama, dan mereka sama-sama sepakat untuk melakukan sesuatu.

"Bila mereka sepakat, maka saya lakukan, namun bila tidak, maka terhimpunnya berbagai pendapat di atas perbedaan yang ada, itu lebih baik daripada munculnya perpecahan dan hancurnya persatuan karena menentukan mana yang lebih baik. Meskipun begitu, mayoritas ummat Islam, bila telah menyaksikan suatu kebenaran, toh mereka siap menjadi pendukungnya dan menerima usul tersebut.

"Akhirnya, kaum muslimin sepakat terhadap kebenaran dan sunnah. Mereka mengumumkan bahwa shalat akan dilakukan di tanah
lapang. Dan hal tersebut sungguh-sungguh dilaksanakan."

Dalam hal ini, Hasan al-Banna sedapat mungkin memelihara diri dari benturan dan serangan. Melalui setiap pengajian-pengajiannya, beliau menyentuh bab aqidah yang benar, membangunnya, menguatkannya dan mengokohkannya sesuai dengan arahan al-Qur' an, hadits-hadits Rasul saw. dan sirah para salafushalih.

Beliau tidak menyampaikannya melalui landasan pada teori-teori filsafat atau fiqih, tapi mengajak para pendengarnya untuk melihat sisi keagungan Allah swt di alam semesta ciptaan-Nya, kebesaran sifat-sifat-Nya, peringatan terhadap akhirat, dengan tetap terikat pada keagungan al-Qur'an.

Al-Banna tidak serta merta menghancurkan pemahaman aqidah yang keliru kecuali setelah berhasil membangun kokoh landasan aqidah yang benar. Sebab pada hakikatnya, mudah sekali menghancurkan sebuah bangunan manakala sebuah bangunan kokoh telah berdiri.

Waktu terus berputar, pemikiran al-Banna semakin mengkristal, tidak hanya tercermin dalam bentuk iltizamnya kepada pemahaman Islam para salafushalih, tapi juga dalam bentuk perlawanannya secara terang-terangan kepada mereka yang bertentangan, baik perkataan, dan perbuatan, dengan pemahaman salafushalih terhadap Islam.

Pada akhir mudzakkirahnya yang diselesaikan pada tahun 1350 H atau 1931 M itu, al-Banna menceritakan seseorang yang datang ke
kota Isma'iliyah dan menyeru masyarakat agar bergabung pada aliran tarekatnya.

Hasan al-Banna berkata pada dirinya sendiri: "Sesungguhnya aku hanya memposisikan diri untuk berda'wah kepada sesuatu yang kupandang sebagai jalan terbaik untuk ishlah kepada Islam. Tapi orang-orang seperti mereka ingin merubah da'wah, dan membentuknya sesuai keinginan mereka. Hal itu tidak aku
ingini."

Sekarang sudah tiba saatnya, di mana sebelumnya aku cenderung menyingkirkan diri dari semua propaganda yang rancu, kini aku paparkan tujuan ishlah kepada Islam yang intinya adalah kembali pada al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya, membersihkan akal dari semua khurafat dan waham, dan mengajak manusia kembali pada petunjuk Islam yang hanif."
baca selengkapnya »»

09 Desember 2008

Sasaran dan karakteristik dakwah ikhwan

Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar). (Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)


Karakter Pertama: Ikatan Keimanan yang Kuat dalam Dakwah yang Dibangun di atas Ukhuwwah
HAL ini yang pernah disebutkan oleh Ustadz Hasan al-Banna rahimahullah dalam rukun kesembilan:

“Yang dimaksud dengan ukhuwah adalah, perpaduan hati dan ruh dengan aqidah. Aqidah merupakan tali pengikat yang paling kuat dan tinggi. Ukhuwwah adalah pasangan iman, sedangkan berpecah belah (tafarruq) adalah pasangan kekufuran. Kekuatan paling utama berpangkal pada kekuatan persatuan (quwwatul wihdah)."

Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar).
Allah swt. berfirman:

"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Danmereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang- orang Muhajirin), atas diri merekasendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. al-Hasyr: 9).

Seorang ikhwan sejati memandang saudaranya lebih utama dari dirinya. Sebab, jika ia tidak berbuat demikian maka saudaranya yang lain pun tidak memandangnya lebih utama dari dirinya. Bila mereka tidak memandang dirinya lebih utama, maka ia tidak akan memandang mereka lebih utama.

“Sesungguhnya serigala hanya akan memangsa kambing yang memisahkan diri dari kelompoknya.” (Dikeluarkan oleh Ahmad (5/196;4/446); Abu Daud (548), Nasa'i (2/82-83). Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

“Dan orang-orang mu'minin dan mu'minat masing-masing mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian lainnya. Memerintahkan pada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar.” (QS. at-Taubah: 71).

Ikhwan bersandar pada sesuatu yang dapat menjadikan ukhuwwah itu dapat lestari, yakni melalui sikap ta'at kepada Allah 'Azza wa Jalla. Tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah sebagaimana pemeliharaan sikap ta'at kepada Allah dan menjauh dari semua kema'shiatan kepada-Nya. Ukhuwwah yang berdiri di atas taqwa akan terus berlaku baik di dunia hingga akhirat.

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa." (QS. az- Zukhruf: 67)
Dan tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah dari kehancuran sebagaimana keampuhan perisai iman dan amal shalih.

Allah swt. berfirman, “...Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, dan amat sedikitlah mereka ini...” (QS. Shad: 24)

Karena itulah, Iblis la'natullah tidak menyukai mekarnya rasa cinta dan ukhuwwah di antara para juru da'wah. Iblis selalu berupaya menyulut perselisihan antar mereka. Seorang Ikhwan hendaknya selalu berkata yang paling baik, dan perbedaan pendapat di antara mereka hendaknya tidak merusak wujud rasa kasih dan cinta antar-mereka.

Karakter Kedua: Ikatan Organisasi (Tanzhim) yang Kokoh Dibangun di atas Rasa Percaya (Tsiqah)
Inilah ikatan yang pernah diterangkan oleh Ustadz al-Banna rahimahullah dalam rukun kesepuluh:

"Yang dimaksud dengan tsiqah adalah ketenangan hati seorang jundi (prajurit) kepada pimpinannya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Sebuah ketenangan yang dalam hingga menghasilkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan."

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisaa: 65)

Pemimpin adalah bagian dari da’wah. Tak ada da’wah tanpa pemimpin. Tingkat tsiqah secara timbal balik antara pemimpin dan jundi, adalah parameter kekuatan organisasi sebuah jama’ah,kekuatan strategi, kesuksesannya dalam mencapai tujuan dan dapat mengalahkan semua kendala dan kesulitan yang menghalangi jama’ah mencapai tujuannya.

"Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamulihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkanperkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikianitu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:20-21)


Beberapa Kesalahan dalam Membangun Tsiqah
1. Pemimpin yang menuntut tsiqah dari para anggotanya, tanpa disertai penunaian mahar tsiqah itu sendiri.Tsiqah terhadap pimpinan takkan terwujud melalui tuntutan belaka, tapi melalui perasaan yang tumbuh dalam diri jundi tentang kemampuan pemimpinnya, kelayakannya, kebijaksanaannya, yang diperoleh melalui sentuhan hubungan secara langsung, beramal dan melalui sikap-sikap harian pemimpinnya. Inilah yang dimaksud dengan mahar tsiqah.

2. Pemimpin yang tak mampu menanam, memelihara dan membangun rasa tsiqah.Semakin banyak ia berhubungan dengan anggota, semakin lemah rasa tsiqah anggota kepadanya. Kondisi ini dapat terjadi, baik lantaran ketidaktahuan pemimpin tentang cara berinteraksidengan jiwa manusia, karena kelalaiannya, atau karena ia tidak dapat membina orang-orang yang ada di sekelilingnya dan tidak mampu menjalin hubungan dengan mereka.


Beberapa hal yang dapat membantu tumbuhnya rasa tsiqah:

1. Tidak terburu memvonis salah seorang anggota jama'ah secara tidak hak.

2. Perasaan setiap anggota dalam harakah tentang kebenaran sebuah kebijakan dan tindakan pimpinan. Karenanya, setiap kebijakan dari pimpinan harus disertai latar belakarang ataualasan, terkecuali dalam kondisi darurat menyangkut keamanan jama'ah (amniyah).

Karakter Ketiga: Saling Melengkapi dalam Bangunannya

Ini merupakan karakter istimewa dalam da'wah Ikhwan, sebagaimana dikemukakan oleh Syaikh Hasan al-Banna rahimahullah:

"Kita bukan partai politik, meskipun politik yang berpijak di atas prinsip Islam merupak inti fikrah kami. Kita bukan organisasi jasa sosial, meskipun amal sosial kebajikan termasuk dalam tujuan-tujuan agung kita. Kita bukan tim olahraga, meskipun latihan jasmani dan ruh merupakan sarana da'wah kita yang paling penting.”

Kita sama sekali bukan kelompok-kelompok seperti itu. Karena semua itu dibentuk dengan tujuan lokal yang terbatas dan dalam jangka waktu yang terbatas pula. Bahkan bisa jadi kelompok-kelompok itu dibuat hanya semata didorong kesenangan membentuk organisasi, disertai rasa bangga menyandang gelar jabatan organisasi di dalamnya.


Da'wah Ikhwan adalah fikrah sekaligus aqidah, undang-undang sekaligus sistem yang tak dibatasi oleh tempat dan tidak terikat dengan ras. Tidak dipisah oleh sekat-sekat geografis. Misinya tak pemah selesai hingga Allah mewariskan bumi dan isinya kepada kaum muslimin. Karena Islam merupakan undang-undang dari Rabb sekalian alam dan manhaj Rasul-Nya yang terpercaya.


Karena itulah, da’wah Ikhwan memiliki tabi'at saling menyempurnakan. Sasaran-sasarannya menyeluruh (integral). Ia tak dibatasi oleh satu sisi ajaran Islam dan mengabaikan sisi lain. Tidak juga lebih cenderung mengutamakan satu sisi di atas yang lain. Sasaran yang ingin dituju da'wah Ikhwan juga bukan sasaran lokal yang terbatas. Sasarannya adalah membina pribadi hingga tegaknya kedaulatan Islami, dan dari sana kemudian kita bertolak dimuka bumi untuk meninggikanagama Allah.


Integralitas da'wah Ikhwan juga tercermin pada pola hubungan dan interaksinya dengan manusia. Da'wah Ikhwan berbicara kepada akal mereka melalui argumentasi dan pemikiran. Da'wah Ikhwan mengetuk hati mereka dengan membersihkan karat yang meliputinya, mengingatkan mereka dengan Rabb dan sifat-sifat-Nya, serta memperdalam rasa sensitif terhadap akhirat. Da'wah Ikhwan juga menyentuh fitrah manusia yang mengandung keimanan secara fitri lalu menghubungkan fitrah tersebut dengan Islam.

Karakter Keempat: Jauh dari Arena Perselisihan Fiqih

Adapun jauh dari arena perselisihan fiqih (ikhtilat fiqhy), disebabkan ikhwan meyakini bahwa perselisihan dalam masalah far'iyat (cabang) merupakan masalah yang pasti terjadi dan tak mungkin dihindari. Akal dan paham manusia dapat berbeda dalam memahami dan menangkap gambaran prinsip Islam, baik yang terdiri dari ayat al-Qur'an, hadits dan perbuatan Rasul saw. Karena itu, ikhtilafpun pemah terjadi di kalangan sahabat radhiallahu 'anhum dan akan terus terjadi hingga hari kiamat.


Betapa bijaksana Imam Malik radhiallahu 'anhu ketika berkata pada Abu Ja'far al- Manshur, muridnya, yang hendak mengarahkan seluruh manusia pada satu madzhab melalui kitab al-Muwattha' karya Imam Malik, "Sesungguhnya para sahabat Rasulullah saw., menyebar di berbagai kota. Dan setiap kaum memiliki pengetahuan sendiri-sendiri. Jika engkau ingin membawa mereka pada satu pendapat, niscaya akan timbul fitnah."


Yang dikatakan aib atau kesalahan, tidak terletak pada faktor ikhtilaf, tetapi pada sikap ta'ashub (fanatik) terhadap pendapat dan menolak mentah-mentah pemikiran serta pendapat orang lain.

Sudut pandang dan sikap yang benar terhadap masalah khilafiyah, dapat mengumpulkan hati manusia yang berbeda-beda pada kerangka fikrah yang sama.

Zaid radhiallahu'anhu mengatakan, "bahwa sudut pandang tentang ikhtilaf ini harus ada dalam sebuah jama'ah yang ingin menyebarkan fikrah dalam satu wilayah yang telah diguncangkan oleh pengaruh perselisihan masalah yang sebenamya tak perlu diperselisihkan."


Karakter Kelima: Jauh dari Intervensi Penguasa

Jauh dari intervensi penguasa karena biasanya para penguasa berpaling dari da'wah yang tumbuh secara independen, terlepas dari tujuan dan ambisi pribadi. Mereka cenderung memilih da'wah yang dapat menghasilkan keuntungan dan manfaat bagi mereka.


Dan karena kami, orang-orang yang tegak dengan da'wah Ikhwan, telah bersandar dalam masalah ini sejak awal masa da'wah berdiri, sehingga orisinalitas dan kebersihan warna da'wah tak dapat dipengaruhi oleh warna lain seperti yang diikehendaki para pembesar.

Mereka tidak dapat memanfaatkan atau menunggangi da'wah kecuali ke arah tujuan yang memang dikehendaki oleh da'wah dan bersesuaian dengan cita-citanya. Dan mereka, para pembesar, dalam da'wah Ikhwan harus mampu tampil sebagai muslim sebenarnya, bukan muslim eksekutif, merekapun mempunyai kewajiban menyampaikan da'wah Islam kepada manusia.

Karena itu, kelompok pembesar dan pejabat sering menjauh dari Ikhwan, kecuali sedikit dari mereka yang memiliki sikap mulia, memahami fikrah, simpatik pada tujuan da'wah Ikhwan dan terlibat dalam amal-amal da'wah Ikhwan. Semoga mereka memperoleh taufiq dan dukungan dari Allah swt.


Karakter Keenam: Jauh dari Hegemoni Organisasi dan Partai


Yang dimaksud jauh dari hegemoni organisasi dan partai, selama antara partai dan organisasi terjadi perseteruan dan pertentangan yang tidak selaras dengan makna ukhuwwah dalam Islam. Da'wah Islam adalah da'wah umum yang menghimpun, bukan memecah belah. Da'wah Islam tidak bangkit dan bekerja dengan permusuhan dan pertentangan, namun dilakukan semata-mata ikhlash karena Allah swt.


Makna da'wah seperti ini, dirasa berat bagi sementara jiwa tamak yang ingin menjadikan partai dan kelompoknya sebagai batu loncatan untuk meraih jabatan dan meraup harta.

Karena itu, kami memilih menjauhi hegemoni semua partai dan organisasi tersebut, dan bersabar dalam kondisi itu dari kemaslahatan yang mungkin dapat diambil, sampai faktor penghalang itu dapat terbuka. Sampai manusia mengetahui hakikat yang ditutup-tutupi tentang mereka kemudian mereka kembali pada langkah yang benar, setelah memperoleh berbagai pengalaman, keyakinan hati dan keimanan.

Ketika akar dan batang da'wah telah kokoh, sehingga mampu mengarahkan dan tidak diarahkan, mampu mempengaruhi dan tidak dipengaruhi, Ikhwan mengajak para pembesar, pejabat, berbagai organisasi dan partai unttuk bergabung.

Ikhwan mengajak mereka agar mereka turut menempuh jalan dan bekerja bersama, meninggalkan semua penampilan semu yang tak ada artinya dan bersatu di bawah bendera al-Qur'anul 'Azhim, bernaung di bawah syi'ar Nabi yang mulia dan sistem Islam yang lurus.


Bila mereka memenuhi seruan kami, maka kebaikan dan kebahagiaan kembali pada mereka di dunia dan akhirat. Dengan bantuan mereka, insya Allah, perjalanan da'wah akan dapat lebih cepat dan menyedikitkan jerih payah dalam mencapai tujuannya.

Tapi bila mereka menolak, tak ada salahnya bagi kami untuk menanti beberapa saat. Kami hanya berharap pada Allah swt. hingga mereka tidak mempunyai alternatif lain kecuali bekerja untuk da'wah."Allah Maha Kuasa atas segala urusan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
baca selengkapnya »»

07 Desember 2008

Prinsip Ijtihaj dan Taqlid menurut Ikhwan

Sesungguhnya orang yang bertaqlid pada salah satu madzhab, tidak mengharuskannya secara syari’at untuk mengikuti imamnya terus menerus. Juga tidak melarangnya untuk berpindah dari pendapat imam madzhabnya kepada pendapat selainnya.
(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)

Untuk menjelaskan masalah ini, saya akan merujuk pada beberapa kutipan dari kitab karya al-Buthy tentang masalah madzhab, termasuk perkataan para ulama mujtahidin dari para salafrahimahumullah yang disebutkan di dalamnya, dan perkataan Imam Haan al-Banna rahimahullah.
Ungkapan al-Buthy:
1. SESUNGGUHNYA orang yang bertaqlid pada salah satu madzhab, tidak mengharuskannya secara syari’at untuk mengikuti imamnya terus menerus.

Juga tidak melarangnya untuk berpindah dari pendapat imam madzhabnya kepada pendapat selainnyaKaum muslimin telah sepakat bahwa seseorang bebas bertaqlid pada siapa saja dari para mujtahidin bila ia telah sampai pada haikkat madzhab pendapat mereka. Misalnya, ia diperbolehkanmeniru setiap hari satu orang imam dari imam yang empat.

Bila pada suatu masa, ada orang yang melarang perpindahan seseorang dari satu madzhab ke madzhab yang lain, sikap itu merupakan ta’ashub atau fanatik buta yang secara ijma’ kaummuslimin telah menolaknya.

Setiap orang yang meneliti masalah ini mengetahui, bahwa tidak ada perselisihan dalam hal tersebut. Dan yang perlu ditegaskan bahwa penjelasan ini bukan seruan agar seseorang sama sekalitidak terikat dengan salah satu mazhab tertentu, dan bukan anjuran agar ia selalu berubah-ubah dalam mengikuti madzhab.

Tidak adanya kewajiban untuk iltizam (berpegang) pada suatu madzhab, tidak berarti larangan untuk beriltizam kepadanya.

2. Bila seseorang telah memahami suatu masalah dan mendalami dalil-dalilnya lewat al-Qur’an, sunnah dan prinsip-prinsip ijtihad, maka ia harus menerapkan hal tersebut dalam mengambil pendapat imam madzhabnya.

Dia tidak boleh bertaqlid kepadanya selama ia masih mungkin melakukan ijtihad di dalamnya sebatas kemampuan ilmiyah yang dimilikinya. Para ulama dan imam madzhab seluruhnya telahsepakat dalam hal ini.

Tentu saja konsekuensinya, ia tidak boleh menguatkan pendapat imamnya di atas hasil ijtihadnya sendiri, dalam masalah yang telah ia kaji dan dalami pemahaman dalil serta prinsip-prinsipnya.

Dalam masalah ini, juga tidak ada perselisihan. Dan ini tidak berarti menganjurkan seorang muqallid yang jahil terhadap dalil-dalil hukum untuk tidak bertaqlid kemudian bersandar langsung terhadap nash al- Qur'an dan sunnah

3. Kapan seseorang wajib tidak bertaqlid kepada madzhab dan imamnya?
Ada dua kondisi di mana seseorang harus melepas diri dari mengikuti dan bertaqlid pada imamnya:

Pertama, bila seseorang telah mendalami satu masalah hingga dalam taraf penguasaan dan penelitian dari segenap dalil-dalilnya dan mengetahui metode pengambilan istimbath (kesimpulan)hukum dari dalil-dalil tersebut. Maka baginya harus mengikuti hasil ijtihadnya dalam masalah tersebut.

Ia tidak boleh mengekang kemampuan ilmiyahnya untuk terus berjalan di belakang imamnya. Bila kemampuan ilmiyahnya ini bisa diterapkan lebih banyak dari satu masalah, maka hukumnya sama, bahwa ia harus mendahulukan hasil ijtihadnya.

Kedua, bila seseorang mendapati sebuah hadits yang berlawanan dari pendapat imam madzhab yang ia ikuti. Kemudian ia telah meyakini keshahihan hadits dan kelayakannya menjadi dalil dalamhukum. Maka baginya harus mengikuti petunjuk hadits dan melepas keterikatannya dengan madzhab imamnya dalam hukum masalah tersebut.

Sebab sesungguhnya seluruh imam madzhab yang empat mewasiatkan pengikut dan murid mereka untuk pindah pada petunjuk hadits yang shahih bila ternyata berlainan dengan hasil ijtihad mereka. Maka, berpindah mengikuti hadits padahakikatnya merupakan inti madzhab imam yang empat. ltulah prinsip mereka secara bersama yang senantiasa mereka anut.

Meskipun demikian, hal ini mutlak memerlukan beberapa syarat yang perlu diketahui dan dijaga. Tidak dipahami bahwa seluruh hadits yang diperoleh oleh seorang peneliti dan isinya berlawanan dengan hasil ijtihad imamnya, menjadi petunjuk asasi terhadap apa yang dipahami peneliti itu terhadap hadits.

Untuk meninggalkan pendapat seorang imam melalui pemahaman zahir terhadap makna hadits harus dilandasi sebab-sebab ijtihad yang banyak.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah memaparkan sepuluh buah syarat untuk hal tersebut, di samping beberapa sebab lainnya. Salah satunya disebutkan, bahwa seorang alim boleh jadi memiliki alasan meninggalkan penerapan suatu hadits yang kita belum tahu alasan tersebut. Sesungguhnya wawasan ilmu itu luas.

Bila kita telah mempelajari latar belakang seorang imam mujtahid meninggalkan makna zahir suatu hadits, dan kita telah memenuhi semua sebab dari sepuluh sebab yang disebutkan Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, maka selanjutnya kita tidak boleh meninggalkan petunjuk hadits shahih dengan alasan bahwa mungkin saja seorang imam memiliki uzur dan alasan yang belum kita ketahui. Sebab hal itu berarti kita lebih mengikuti kesalahan ulama dari pada mengikuti dalil-dalil syar'i setelah kita mengetahui, memeriksa, dan memahami maksudnya.

Ungkapan Ustadz Hasan Al-Banna rahimahullah tentang Manhaj Aqidah dan Fiqh Akhkam, serta Sikap Praktis Beliau:

1. AL-QUR 'ANUL Karim dan sunnah yang suci merupakan rujukan setiap muslim dalam mengetahui hukum-hukum Islam. Seorang muslim memahami al-Qur'an sesuai dengan kaidah bahasa Arab, tanpa berlebihan, tanpa penyimpangan, dan merujuk pada pemahaman sunnah yang suci pada tokoh hadits yang dipercaya.

2. Semua orang dapat diambil perkataannya atau ditinggal, kecuali yang ma'shum (terlindung dari kesalahan) yakni Nabi saw. Semua perkataan para salaf ridhwanullahi'alaihim yang sesuai dengan Kitabullah dan sunnah kita terima, dan bila tidak sesuai, maka Kitabullah dan sunnah lebih utama untuk diikuti. Akan tetapi kami tidak akan melontarkan tuduhan atau menghina pribadi-pribadi atas masalah yang diperselisihkan. Kami serahkan mereka pada niat mereka. Yang jelas, mereka telah memberi apayang telah mereka lakukan.

3. Setiap muslim yang belum mampu meneliti dalil-dalil hukum far'iyyah (cabang), hendaknya ia mengikuti salah seorang imam madzhab. Dan diharapkan bersamaan dengan mengikutinya, baik sekali bila ia berupaya sebatas kemampuannya untuk mengetahui dalil, dan menerima semua arahan disertai dengan dalilnya. Bila dalil itu benar menurutnya, baru ia membenarkan isi arahan tersebut. Dan hendaknya, ia terus berupaya menyempurnakan kekurangan wawasan ilmunya, bila ia adalah seorang yang memiliki kecenderungan pada ilmu, sampai ia mencapai derajat mampu meneliti dalil.

4. Perselisihan fiqih dalam masalah far’iyat tidak menjadi sebab perpecahan dalam agama. Dan tidak menimbulkan permusuhan. Setiap mujtahid memperoleh balasannya. Tidak dilarang untukmelakukan penelitian ilmiah yang bersih dalam masalah-masalah khilafiyah dengan dinaungi kecintaan pada Allah swt dan ruh saling tolong menolong dalam upaya mencapai hakikat, tanpa mendorong sikap riya yang tercela dan ta’ashub.

Tanpa perlu diberi komentar, jelaslah metode yang baik dalam mengambil istimbat dari Kitabullah dan sunnah. Metode yang ditempuh harakah Ikhwan dalam hal ini, juga telah dijelaskan-oleh Muhammad Fathy Utsman dalam kitabya "As-Salafiyah fi al-Mujtama'at al-Mu'ashirah, Manhajiyatu al-Ustadz Hasan al-Banna min Khilal Mudzakkiratihi"
(Salafiyah di Era Masyarakat Modern, Manhaj Ustadz Hasan al-Banna dalam Memorandumnya).
baca selengkapnya »»

05 Desember 2008

Sasaran Dakwah Ikhwan


Jama'ah berupaya membebaskan rumah anggota Ikhwan dari semua hal yang bertentangan dengan Islam. Melarang sikap persaingan duniawi (materialistik) di antara para wanita Ikhwan, serta menggalakkan zuhud (hidup sederhana)
(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)

Sasaran Dakwah Ikhwan

1. Memberi keyakinan dan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap Islam, menjelaskan da’wah al-Qur’anul Karim secara gamblang dan jelas, menampilkan isinya secara mulia sesuai dengan ruh zaman, menyingkap kandungan al-Qur’an beruapa kehebatan dan keindahannya, serta menolak semua kebatilan dan kedustaan yang diarahkan kepadanya.

2.Menghimpun kaum muslimin dalam beramal di atas prinsip-prinsip al-Qur’an yang mulia dengan mempengaruhi pengaruh al-Qur’an secara mendalam dan kuat di dalam jiwa.

3. Mengabdi pada masyarakat dan membersihkan mereka dengan memerangi kebodohan, penyakit, kemiskinan, kehinaan, dan memotivasi kebajikan, kemanfaatan umum dalam segala bentuknya.

4. Memfokuskan perhatian terhadap keluarga, melalui tuntunan sebagai berikut:
a. Setiap anggota Ikhwan memberi perhatian khusus kepada anggota keluarganya, baik kepada isteri, saudara dan anaknya.
b. Jama'ah harus membuka lapangan aktivitas kewanitaan secara hak melalui penyebaran buku, mengadakan pertemuan dan membuat perkumpulan umum bagi wanita, secara umum dan khusus. Juga melalui pembentukan kader khusus para wanita muslimah.
c.Setiap anggota harus mencari isteri yang shalihah.
d. Setiap anggota harus melibatkan semua anggota keluarganya dalam roda da'wah.
e. Jama'ah harus mewujudkan sarana untuk menutupi kebutuhan ini, misalnya satu unit bertanggung jawab dalam hal pemeliharaan anak, satu unit lainnya bertannggung jawab dalam masalah kewanitaan, unit khusus untuk membentuk dan membina para muslimah tingkat pusat, dan unit khusus di tinngkat pusat yang akan menerima anak-anak yang telah menyelesaikan penndidikan pada peringkat tertentu.
f. Jama'ah berupaya membebaskan rumah anggota dari semua hal yang bertentangan dengan Islam. Melarang sikap persaingan duniawi (materialistik) di antara para wanita Ikhwan, serta menggalakkan zuhud (hidup sederhana).
g. Jama'ah menyelenggarkan halaqah-halaqah wanita di masjid sekaligus menyediakan para guru wanita dan laki-laki yang aktif dan shalih.
h. Jama'ah membantu mengadakan buku-buku rujukan bagi wanita dan memilihkan buku yang baik bagi mereka. Menyelenggarakan program tulis menulis, mencetak dan menerbitkan berbagai buku kewanitaan, meletakkan beberapa buku yang pengelolaannya diserahkan di bawah wewenang kaum wanita dan anak-anak muslimah, dan berusaha mewujudkan perpustakaan Islam. Sebuah rumah tangga muslim tidak akan terwujud hanya melalui bimbingan kepada para suami, ayah, anak, akan tetapi harus melalui penumbuhan lingkungan yang sesuai dan pemeliharaan yang sehat.
i. Jama'ah memotivasi pemikahan dilakukan pada usia dini dan berupaya memperbaiki pribadi sehingga memiliki pengaruh yang baik dalam keluarga. Insitusi Keluarga, tidak lain adalah kumpulan pribadi. Bila seorang suami berkepribadian baik, begitupun isteri akan memiliki pribadi yang baik. Keduanya merupakan tiang penyangga sebuah keluarga yang mampu membentuk sebuah rumah tangga percontohan yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam. Islam telah meletakkan prinsip-prinsip dalam berumah tangga, di antaranya:
- Menganjurkan kaum pria melakukan pemilihan yang baik terhadap calon isteri.
- Menjelaskan cara yang paling tepat untuk mengikat hubungan suami isteri.
- Memberi batasan hak dan kewajiban suami dan isteri.
- Mewajibkan kedua belah pihak untuk memelihara buah pernikahan hingga dapat tumbuh dan matang tanpa kerusakan dan kelalaian.
- Memberi penyelesaian semua permasalahan hidup dalam berumah tangga secara detail.
- Menggariskan semua teori berumah tangga dengan jalan pertengahan, tidak mengurangi. dan tidak berlebihan.

- Ikhwan menghendaki terbentuknya rumah tangga muslim, baik dari sisi pemikiran, 'aqidah, akhlaq, perasaan, di setiap amal dan prilakunya. Karenanya, Ikhwan mengajak kaum wanita untuk membantu kaum lelaki. Begitupun anak-anak untuk membantu para pemuda. Inilah sasaran da'wah Ikhwan dalam membentuk mereka menjadi sebuah keluarga idaman.

5. Perhatian untuk membentuk sebuah masyarakat Islam. Tak diragukan lagi, bila keluarga telah baik, niscaya masyarkat pun menjadi baik. Masyarakat, tidak lain merupakan kumpulan keluarga. Dan keluarga adalah masyarakat mini. Sedangkan masyarakat merupakan keluarga besar. Islam telah meletakkan prinsip-prinsip hidup bermasyarakat yang sejahtera. Karena itu, Ikhwan menghendaki berdirinya sebuah bangsa muslim, masyarakat muslim. Ikhwan bekerja menyampaikan da'wah Islam ke seluruh rumah, mengangkat suara Islam di setiap tempat, menyebarkan fikrah Islam dan memasuki kampung-kampung, pusat-pusat perkumpulan, dan pelosok kota. Mereka, dalam menunaikan tugas ini, tak kenal lelah dan berupaya tidakmeninggalkan semua sarana yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Sasaran ini pernah disebutkan secara global oleh Syaikh al-Murabbi Hasan al-Banna rahimahullah:

"Misi kita Ikhwanul Muslimin, secara global adalah: Menghadapi arus keangkaramurkaan dari peradaban materialistik dan kebudayaan nafsu dan syahwat sampai hilang dari tanah kita dan kita terbebas dari malapetaka yang muncul karenanya.

"Tidak sampal di sini, bahkan kita akan terus mendatangi kejahatan itu di sarangnya, kita akan perangi di dalam kandangnya sampai dunia mengagungkan nama Nabi saw., tunduk pada nilai-nilai al-Qur'an, dan bayang-bayang Islam meneduhi semesta. Pada saat itu tecapailah apa yang dicita-citakan seorang muslim. Tidak ada lagi fitnah dan ketundukan hanyalah kepada Allah.

"Dan kewajiban kita Ikhwanul Muslimin yang pertama sekali, adalah menjelaskan manusia batasan-batasan Islam dengan jelas, sempurna, terang, tanpa penambahan, pengurangan dan tanpa kerancuan. Inilah sisi teoritis dalam kerangka fikrah kita.Kita juga menganjurkan manusia untuk merealisasi ajaran Islam, membawa mereka sampai ke tahap pelaksanaannya, dan menuntun mereka untuk dapat mengamalkannya.

"Inilah sisi praktis dalam kerangka fikrah kita. Yang selalu menjadi syi'ar kita adalah: Allah adalah tujuan kita, Rasul adalah teladan kita, al-Qur'an adalah acuan kita, jihad adalah jalan kita, dan mati dijalan Allah adalah cita-cita kita yang tertinggi. Sesunguhnya sistem da'wah Ikhwanul Muslimin mempunyai tahapan-tahapan tertentu, dan langkah-langkah yang jelas. Kita mengetahui apa yang kita kehendaki, dan apa sarana untuk merealisasi keinginan tersebut.

"Yang kita ingini pertama kali adalah, seorang pribadi muslim, kemudian rumah tangga muslim, bangsa muslim, dan kedaulatan Islam. Dari sini, maka kita tidak mendukung seluruh sistem yang tidak Islami dan tidak merujuk pada ajarannya. Kita akan bersama-sama bekerja menghidupkan sistem pemerintahan Islami dengan seluruh aspeknya.

"Setelah itu, kita menginginkan agar seluruh bagian dari tanah air Islam yang telah dipecah-pecah oleh sistem politik asing kembali bergabung bersama. Lalu kita ingin agar bendera Allah kembali berkibar tinggi di atas seluruh penjuru bumi yang dahulu pernah merasakan kesejahteraannya bersama Islam.

"Selanjutnya, kami akan mengumandangkan da'wah Islam ke seluruh dunia, dan menyampaikan daw'ah ke seluruh ummat manusia, merata ke selutuh ufuk bumi, menundukkan kediktatoranmanusia kepadanya, hingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi, dan ketundukan hanya pada Allah swt. semata."
"Setiap fase dari fase fase ini telah ditentukan langkah, jabaran, dan sasarannya.

(sumber: eramuslim.com)

baca selengkapnya »»

04 Desember 2008

USULAN PESERTA FORUM SMS FORSIL/FORUM KADER PEDULI
KEPADA MAJELIS SYURO PKS
(Dalam musyawarah MS PKS 24 – 26 Oktober 2008)



USULAN 1 KPD MAJELIS SYURO.( DARI UST NANDANG S ) :
1.Menetapkan bhw masa jbt qiyadah dr atas sampai bawah dibts. hapus btsan seumur hidup.
2.ketentuan penetapan caleg2 berdsrkan pemira(kdr2).
3.hrs diperjelas apakah dakwah sbg panglima atau hanya sbts banper.4.memberikan rambu2 yg jls dlm musyarakah. Jgn ky skrg yg cuma lihat kantong tanpa menilai sisi moralitas. Sekian dulu deh dr ana mah ga usah byk2 mudah2an mendpt tanggapan .in uriidu ilal ishlaahi mastatha'tu. ALLOHU AKBAR

USULAN 2 untuk MAJELIS SYURO ( DARI AKH EDDI ):
1.Majelis Syuro adlh majelis tertingi dr jamaah,yg :
-wewenangnya dibatasi,
-tdk absolut,
-Batasan MS hnya yg menyangkut wilayah Jamaah,bkn yg lain
-ktua MS tdk otoriter,
-ktua MS hrs mempunyai batas wkt kepemimpnan,tdk seumur hdp & bkn sebuah dinasti
2.Al Hizb (partai) berlaku sbg sayap jamaah yg otonom & independen.Partai jg mpnyai Majlis Tinggi yg memutuskn sgala hal brkaitan kepartaian.
3.Dgn Adanya pmbagian tugas yg jelas.Maka akan diketahui siapa yg mgelola wilayah politik,kekuasaan,ketatanegaran & siapa yg mngurusi tarbiyah,dkwah,& jamaah
4.MS Jamaah & Majelis Tinggi Partai hrs .

SAMBUNGAN USULAN 2 UNTUK MAJELIS SYURO bersinergi,mnjadi satu kesatuan yg utuh dlm tegaknya Syariah Islam,mncari Ridho Alloh,& mnuju Khilafah Islamiah Internasioal.
Amiin..(No Name).

USULAN UTK MAJELIS SYURO 3 ( DARI AKH ZACKY ) :
Me mbuat praturan yg menutup rapat celah rekayasa dlm pmilihan ketua/anggota MS dan pemilihan ketua, wakil ketua dan sekretaris d stiap level struktur lembaga dg cara antara lain : 1] setiap angg yg bhak mmilih dan dipilih dprlakukan sama.
2] stiap angg jama'ah dilarang mrekomendsikan nama yg akan dipilih dlm bentuk apapun, baik dlm liqo/usar dll.
3] pelanggaran thdp poin ke 2 , dianggap pelanggaran serius dan harus dberikan sangsi berat.
4] utk mhindari budaya ewuh pekewuh, pemilihan dlakukan sbb ; I.> Pemilihan voting tertup II.> Stiap yg berhak mmilih diharuskan mngajukan nama calon smentara kemudian dipilih utk mdapatkan 2 atau 3 besar suara tbanyak sebagai calon tetap, III.> dilakukan pemilihan dari calo tetap dan yg mdapat suara tbanyak harus mau mnerima dan menunaikan amanah.

USULAN UNTUK MAJELIS SYURO 4 ( SMS AKH JOSA )
1. FKP ~selaku kader kolektif~ menerbitkan MOSI TIDAK PERCAYA kpd qiyadah.
2. MAJELIS SYURO adakan referendum khusus (atau mekanisme sejenis yg sesuai dgn AD/ART) buat slrh kader mngnai strktur kpmimpnan saat ini.
3. Brdsrkn refrndum tsb ditntukan apkh tntutn FKP (utk merestrktur PKS) dpt diterima at tdk. 4. Kalau trnyt dr hsl refrndm lbh bnyk kader pndkng qiyadah, maka semua kader FKP berBai'at ulang.. Wass. Jos


USULAN UTK MAJELIS SYURO 6 ( DARI UST ALI FATHONI , MENANGGAPI USULAN 4 ) :
Menanggapi almukakrom akhi josa yg ana cintai,kami perlu menegaskan Syuro berbeda dg Demokrasi.Jd kebenaran itu bukan karena suara terbanyak,tp yg berpegang teguh pd Quran & sunnah.Sungguhpun suara it minoritas kalau it Al haq.Itulah kebenaran!Ingat ungkapan Abd Ibnu masud jamaah itu berafiliasi pd alhaq walaupun sendirian. Hati-hati thdp virus negatif demokrasi semua divoting.W' alam

Usulan ntk MS..!:
[1]. Masukkan Agenda Klarifikasi bbrp nama Qiyadah yg dipermasalahkan " gaya hidup" & "manuver2 politik liarnya" yg keluar dari rambu akhlaq & syura serta berpotensi menciderai citra PKS sbg Partai Dkwh.
[2]. Bentuk Tim Audit Investigasi Independen atas "kekayaan spektakuler" bbrp Qiyadah, terutama yg mmlki simbol2 khusus, sprt rmh & mobil dg type khusus, padahal dulunya sblm menjabat mrk -kt kenal betul- kere.
[3]. Buat kontrak politik serius bg calon2 pejabat publik baru, di antara isinya: a. Siap hdp sederhana b. Anti KKN c. Mewakafkan wkt ntk melayani umat dan "tidak nyambi" jdi broker politik.
[4] Semua hasil kerja 1, 2 dan 3 DITAKLIMATKAN agar kader2 mnjd tenang kmbli. Salam jihad d smg sukses.

USULAN UTK MAJELIS SYURO 5 (DARI UST drg.WAHYU ):
Salam. Ya ikhwati, anggota MS Yg ada di Jabodetabek. Arah dan kepemimpinan strategik partai n da'wah ini ada di kehadiran, keberanian keaktifan antum bersuara yg benar dlm 3 hari ini. Kami mhn perjuangkan ke asholah minhaj, nizhom am, nizhom khos yg bersandar kpd nilai Rabbani. Jangan dibiarkan arah n kepemimpinan partai oleh segelintir orang utk kepentingan dunia semata. Kami yakin antum semua sdh lebih memahami bhw ada yg perlu dibenahi dlm kepemimpinan PKS. Oleh krnya suara antum akan ditanya Alloh SWT dan jutaan umat mns utk meluruskan penyimpangan n pembelokan spt, ideologi, musyarokah, koalisi dlm pemilu, pilpres n pilkada. Sukses n hancurnya partai ini berawal dr keberanian suara anggota MS sejabodetabek berbicara memperjuangkan alhaq. selamat bersidang dan menunaikan amanah. Was ww. Wahyu S

USULAN UTK MAJELIS SYURO 7 ( DARI UST HAIKAL ) :
Usulan ntk MS..!:
[1]. Masukkan Agenda Klarifikasi bbrp nama Qiyadah yg dipermasalahkan " gaya hidup" & "manuver2 politik liarnya" yg keluar dari rambu akhlaq & syura serta berpotensi menciderai citra PKS sbg Partai Dkwh.
[2]. Bentuk Tim Audit Investigasi Independen atas "kekayaan spektakuler" bbrp Qiyadah, terutama yg mmlki simbol2 khusus, sprt rmh & mobil dg type khusus, padahal dulunya sblm menjabat mrk -kt kenal betul- kere.
[3]. Buat kontrak politik serius bg calon2 pejabat publik baru, di antara isinya: a. Siap hdp sederhana b. Anti KKN c. Mewakafkan wkt ntk melayani umat dan "tidak nyambi" jdi broker politik.
[4] Semua hasil kerja 1, 2 dan 3 DITAKLIMATKAN agar kader2 mnjd tenang kmbli. Salam jihad d smg sukses.

USULAN UTK MAJELIS SYURO 8 ( SMS DARI PAK DODDI ) :
MS yg insyaAllah di mulyakan Allah. Tlg dievaluasi kader Aleg apakah mencerminkan Da'wah di partai yg kt nya partai Da'wah.

USULAN UTK MS 9 ( DARI UST ADLAN ) :
alhamdulillah, bnyk doa yg dipanjatkan oleh para asatidz d forum sms ini, mdh2an diijabah oleh Allah swt. tentu kita jg ingin para asatidz baik yg di MS maupun bukan MS melakukan upaya2 kongkrit utk mengembalikan dn mengawal ashalah da'wah d jamaah ini.

USULAN UTK MS 10 dari Akh dr.Taufik :
Sekaranglah waktunya wahai para syaikh untuk menentukan apakah nasib gerakan dakwah di Indonesia akan maju dan terus menyinari negeri ini dengan cahaya asholahnya. Atau mengulang kembali sejarah masa lalu : tumbuh, dibelokkan arahnya oleh para penumpang gelap, akhirnya hilang dan ummatpun kembali kecewa. WAHAI PARA SYAIKH KAMI PERCAYA TUAN MASIH PUNYA FURQAN, SUARAKANLAH DENGAN LANTANG, KAMI SIAP MENDUKUNGMU !!!

USULAN KE MS 11 ( dari Akh drg.WAHYU):
1. Menahan jalinan musyarokah yg tidak jelas manfaat bagi partai, sebaliknya merajut kembali persatuan internal dgn menjunjung tinggi nilai ukhuwah islamiyah.
2. Mengutamakan da'wah dan kader dalam berpolitik, bukan sebaliknya mempolitisasi da'wah dan kader.
3. Mulai terapkan sistem pertanggungjawaban keuangan dlm sumber pendapatan dan belanja dr publik/ rakyat ke publik dan kader.
4. Membuat sistem kaderisasi kepemimpinan
5. Memberlakukan lembaga tinggi partai dan perangkatnya membela kebenaran, bukan kepentingan. WS

USULAN UTK MS 12 ( dari Akh Sutriyanto ) :
Takutlah hanya kpd Allah wahai ustd! Jgn takut dg celaan manusia. Ayo kita adakan perbaikan di tubuh jama'ah yg sdg sekarat ini! Atau mungkin Allah akan mengganti kita dg jama'ah lain yg lebih baik?.

SMS UTK MS 14 ( DARI UST HAIKAL ) :
Ntuk Ketua & semua anggota MS PKS yg sdng sidang..!. Sekedar tadzkiroh pd kt semua akan "besarnya"tanggung jawab kt sebagai a'dho yg telah berBAI'AT ntk memperjuangkan Prinsip Perjuangan IM sbg sebuah komitmen jamaah... >>Jamaah Al-Ikhwan al-Muslimun sejak awal berdirinya telah merumuskan tugasnya dg sejelas2nya, dan telah dijelaskan oleh Pendirinya, Imam Syahid, dg penjelasan paling gamblang. Imam Hasan al-Banna telah menentukan tugas tsb dalam 4 poin brkt ini:
[1]. Membebaskan umat dari belenggu politik dan membangunnya dari awal.
[2]. Menegakkan sistem islami yg komprehensif.
[3]. Menghadapi peradaban materi.
[4]. Memimpin dunia dan membimbing umat manusia... >> Proyek Peradaban Islami yg kt cita2kan merupakan Proyek Kemanusiaan Universal yg mewujudkan sebaik2 umat manusia secara umum. Proyek ini sangat luas dan membentang d cakrawala luas tanpa batas. Di dlmnya semangat kerja d kreasi sngt menonjol agar sejalan dg gerak alam semesta, dlm sebuah keserasian, harmoni dan keseimbangan, serta mencakup elemen ruh, akal dan jasad. Proyek ini berpijak pada landasan iman dan menghubungkan antara bumi dan langit. [dr buku JALAN PERADABAN KOMPREHENSIF AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN Hal 6-7]. Salam jihad selalu

SMS UTK MS 15 :

Ass.ww. Dari hamba Allah yg dha'if yg sdh 14 thn merindukan ishlah dakhili, utk ikhwati fillah yg sedang Musyawarah MS ke 10. Konsentrasikanlah pikiran, hati n perasaan atm pada mememelihara ensistensi partai dakwah. Kurangi frekuensi syahwat harta, wanita n tahta. Umat menunggu program nyata, bukan janji2 seperti partai2 sekuler n nasionalis lainnya sejak merdeka sampai saat ini. Karena antm mendeklarasikan partai dakwah n menyatakan sebagai pengikut dakwah ikhwanul muslimin, maka utk perbandingan dan masukan, cobalah pelajari program politik ikhwanul muslimin di Mesir yg dikeluarkan 25 Agustus 2007 yg lalu. Terdiri dari 5 bab dan 13 pasal. Bab 1 : prinsip n orientasi (3 pasal). Bab 2 : negara n sistem politik (2 pasal). Bab 3 : pendidikan, pengembangan n politik ekönomi (3 pasal). Bab 4: keadilan sosial (2 pasal). Bab 5: kebangkitan peradaban/budaya (2 pasal). Ala hal ballaght, allahumma fasyhad.Wassalm

USULAN UNTUK MS 16 (DARI UST ABD AZIZ DMUHTADI)
Usulan untuk MS
(1);Dengan segala kerendahan hati dan rasa cinta thd jama'ah ini, ana mengajukan usul permohonan kepada MS yg dimuliakan Allah untuk melakukan;
1. Evaluasi dan perbaiki SISTEM KOMUNIKASI internal jama'ah. Terutama komunikasi antar 'level' jama'ah, antara pimpinan dan kader. Kurangi istilah 'sosialisasi' (krn terkesan top down), ganti dg 'komunikasi' (lebih egaliter).
2. Evaluasi dan perbaiki SISTEM PROBLEM SOLVING (penyelesaian masalah). Sistem yg lebih menekankan normatif dan spiritual (spt taujih2 satu arah), harus diperluas kpd pendekatan diskusi obyektif, ilmiyah, dua arah dan solusi kongkrit (tdk menggantung). Juga tidak kalah pentingnya adlh tindak lanjut dari solusi yg sdh dihasilkan tsb.
3. Evaluasi dan perbaiki SISTEM RESOLUSI KONFLIK. Dlm organisasi besar, perbedaan pendapat akan sulit dihindari. Masalahnya adlh bgmn sistem penyelesaian perbedaan/konflik tsb. Bukan diredam, tetapi diselesaikan dg tuntas dan dewasa dalam bingkai sistem organisasi.
Salam Ukhuwah.

USULAN UTK MS 17 ( DARI drg.WAHYU ) :
Asw.
1).Terutama penataan organisasi dlm sistem akuntablitas keuangan partai, lebih baik qiyadah dan strukural dpt gaji yg jelas drpd kafalah dan bisa kasak kusuk cari uang yg tdk jelas pertanggungjawban ke Alloh dan partai.
2) Penataan batasan jelas boleh tidaknya musyarokah, tdk setiap orang bisa kasak kusuk cari pendekatan ke pengusaha atau parpol lain.
3)Sistem audit kebijakan, keuangan, dan harta partai dan pejabatnya.
4). Sistem pengambilan keputusan dan kebijakan partai yg obyektif dan ilmiah
5). Sistem jenjang karier politik kader
6). Sistem kepemimpinan yg berdasarkan sifat kaderisasi. Ws

Usulan u MS 18 ( dari Akh ISMED ):
1. Evaluasi MUSYARAKAH+bwt kriteria yg lbh jls klo ttp dilnjtkan u dijadikn putusan MS.
2. Tegakkan SISTEM di smua level+bersihkan praktek FIGURITAS-FEODALISTIK PRIMORDIAL
3. Perbaiki AD/ART atw NIZHOM ASASI krn yg ada saat ini bnyak peluang u dislh gunakn spt periode ms jbtan, mknisme prtgg jwban, mkanisme pnegakn sistem+disiplin orgnssi. WAllahu'alam

USULAN UTK MS 19 (DARI AKH HADI ) :
Kalo himbauan kembali ke manhaj dan bersihkan gerakan dari penumpang gelap sudah menjadi agenda MS ,Usulan saya berikut jika memang dapat bermanfaat bagi kta semua adlh : BENAHI POLICY TARBIYAH,YANG HIDUP ,DUA ARAH,YANG MELAHIRKAN MUROBBI YANG TAKUT PADA ALLOH BUKAN BERANI PADA MUTAROBBI ,KADER YG KRITIS,BERORIENTASI ISLAMIYAH ,PARTAI SBG WASILAH SYIAR ISLAM BUKAN TUJUAN AKHIR,KEMENANGAN DAWAH ISLAM DAPAT DILIHAT DARI BERAPA BESAR DAMPAK PERUBAHAN (+) DALAM PARTAI "PANCA SILA".BUKAN PADA BANYAKNYA KURSI YG DIPEROLEH PKS STELAH MENCAMPURADUKAN HAQ DAN BATHIL.WALLOHU A'LAM BISHSHOWAB.

USULAN UTK MS 20( DARI AKH RISKA ) :
Dari usulan yg penting2 jgn lupa dputuskan "MASA JABATAN" ketua MS yg hanya dijabt hanya 1x masa jabtan kalau ini lebh akan membuat kesan FIGURITAS, krn jamaah ini bukan punya satu orang, juga bukan krn paling senioritas dlm jamaah tp terkesan pemilik jamaah shg hanya bermuara kpd seseorang thd semua keptusan. . . Wallahualam.

USULAN UTK MS 21 :
SMS AKH HERI SIDIK :
usulan & perhatikan prinsip kepemimpinan dlm ummat ini ada 3 sifat yg harus dipenuhi: 1.alqawiyulamiin,KUAT & TERPECAYA 28:26, 2.Hafidzun Alim, TERJAGA lagi BERILMU 12:55. 3.Roufurrohim, PENYANTUN lagi PENYAYANG 9:128. Kepemimpinan perlu DIBATASI 2 KALI per 5th. mekanismenya dpt ditunjuk langsung oleh MURSYID AAM pusat IM,atau dipilih melalui utusan2 daerah & disetujui oleh MURSYID AAM IM, Kepeminpinan dpt dicabut bila mlanggar AQIDAH & HUKUM.


USULAN UTK MS 22 ( SMS UST DR MUIN ) :
Saya melihat usulan usulan ikhwah konstruktif dan sudah cukup sbg bekal untuk melakukan berbagai perbaikan.

DOA :
DARI USTADZ A MALIK :
Ya Allah ya Rahmaan ya Rahim ! ampunilah kami dan para Qoid kami! Kasih kami Qiyadah yg bisa diteladani ucapan + suluknya,jauhkan dari kami rakus harta dan kekuasaan untuk diri kami, bukakan hati para petinggi Partai yg kami cintai ini istiqaamah tdk terperdaya dng dunya atau ganti ya Allah dng yg lebih baik! Amien.

DOA :
DARI UST DR.MUIN :
Ya Allah ikhlaskan niat kami, perbaikilah amalan kami, tunjukilah qiyadah kami dan ikhwah kami ke jalan yg menyatukan hati mereka dalam kebenaran.

HIMBAUAN DAN DOA PAK DODDI :
alhamdulillah, setelah ana mengikuti pencerahan dari diskusi para pemikir2 terbaik di harokah ini. ana berkesimpulan bhw tegaknya kalimatullah hanya bisa dicapai melalui kualitas qiyadah terbaik, sistem (syariah) yg baku dan bersungguh2 mengamalkan ajaran Islam selama hayat di kandung badan. ana adalah orang yg selalu belajar dari kehidupan (sangat liberal), melalui banyak kesalahan & kelalaian, dan harokah ini (dengan segala dinamika internalnya) telah memberi ana banyak pencerahan. akhirul kalam, ana sepakat 1000% dengan pemikiran ustadz2 di FKP yg terus könsisten (istiqomah) menyuarakan utk tetap teguh dgn cita2 menegakan kalimatullah (di muka bumi) tanpa kompromi. Allahu Akbar3x. dengan segala kelemahan ana (bukan ahli agama, hanya seorang petarung sejati), ana harap ustadz2 terus menyuarakan kebenaran melalui FKP. buatlah hidup menjadi lebih hidup dengan perjuangan ini. ya Allah ya Rabb, limpahkan rahmat dan rizki-Mu kepada ustadz2 kami yang terus berupaya menegakan kalimat-Mu.

HIMBAUAN DARI DR.MUIN :
Ikhwah mari kita bangun husnudzan kpd Allah bhw Dia akan mengabulkan doa kita dan husnudzan dg seluruh ikhwah bhw mrk juga ingin kebaikan dan mnrm nasehat, ikhwah mari kita mengevaluasi perjalanan dakwah kita kita luruskan yg bengkok dan kita perbaiki yg salah. Dan kita perkuat ashalah kita, pasti kita menang.

RENUNGAN :utk kita semua

Allah berfirman : innamas sabilu 'alal ladzina yazhlimunan nasa wa yabghuna fil ardhi bi ghairil haqqi ulaika lahum 'adzabun alim... asy-syura 42

Rasul saw brsabda: setiap kalian adalah pemimpin dn masing2 kalian akan dimintai tanggung jwb (bukhari, muslim)

Rasul saw bersabda: siapapun yg jd pemimpin lalu dia menipu rakyatnya mk tmptnya adalah neraka (ahmad)

Rasul saw bersabda: siapa yg dikuasakan oleh Allah utk mengurus kaum muslimin lalu dia tdk peduli tentang kebutuhan, kemiskinan dn kefakiran mrk, mk Allah pun tdk mau tahu ttg kebutuhan, kemiskinan dn kefakirannya (abu daud, attirmidzi, ahmad)

Rasul saw bersabda: siapa yg menipu kita, mk dia bkn termasuk gol kita (muslim, ahmad)

diantara doa Nabi saw: ya Allah siapa yg mengurus urusan ummatku lalu ia mengasihi mrk, mk kasihi dia dn siapa yg menyusahkan mrk maka susahkanlah dia (muslim, ahmad, ibnu hibban)

Rasul saw bersabda: akan datang satu masa dimana
para pemimpin saat itu fasiq dn se-wenang2, siapa yg membenarkan kedustaannya membantunya dlm berbuat zalim mk mrk bkn golonganku, aku bkn golongannya, ia tdk akan sampai di telagaku
(ahmad, albazzar)

Rasul saw bersabda: pemimpin yg adil akan dinaungi oleh Allah dibwh naunganNya pd hr yg tdk ada naungan selain naunganNya (hadits shahih)
(al-kabair, imam adz-dzahabi)
baca selengkapnya »»

03 Desember 2008

Kematian Hati
Oleh: (alm) Ust. KH. Rahmat Abdullah

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.Dimana kau letakkan dirimu?Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?
Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ”Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?Sekarang kau telah jadi kader hebat.Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”
baca selengkapnya »»