02 Januari 2009

Mari Dukung Perjuangan HAMAS
Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin

Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.

Hamas, Lubuk Perjuangan Umat

Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku.


Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.

Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.

Tipuan Politik

Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.

Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina

Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.

Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.

'Gempa' dan 'Badai'

Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.

Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.

Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.

Kewajiban Kita

Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:

– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.

– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.

– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.

– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.

– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.

– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.

"Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”

Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.

baca selengkapnya »»

28 Desember 2008

Pernyataan Sikap Ormas Islam atas Serangan Brutal Israel di Jalur Gaza

1. KISPA
Berkaitan dengan pengeboman ke Jalur Gaza oleh Zionis Israel dengan menggunakan pesawat F-16, hari ini Sabtu 27/12/2008, yang menyebabkan puluhan orang gugur dan lebih 200 orang luka-luka, maka KISPA menyatakan:


1. Mengutuk keras tindakan Zionis Israel yang telah melakukan pembantaian terencana kepada rakyat Gaza yang tidak berdosa

2. menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk bertindak cepat menghentikan serangan Zionis Israel ke Gaza melalui jalur politik di PBB, OKI dan Lembaga International lainnya serta segera memfasilitasi bantuan Rakyat Indonesia agar sampai ke Gaza.

3. Mendesak pemimpin Arab dan Islam untuk segera menghentikan serangan brutal Zionis Israel dan segera mengirim bantuan yang dibutuhkan rakyat Gaza.

4. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk melakukan Qunut Nazilah, penggalangan dana dan aksi solidaritas mendukung Rakyat Gaza yanng sedang dizhalimi penjajah Zionis Israel.

-Ferry Nur, Sek Jen KISPA-

2. IKADI

IKADI menyatakan sikap terhadap serangan brutal teroris internasional Zionis Israel:

1.Mengecam dan menentang keras tindakan terror berdarah oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina Sabtu,27 Desember 2008.

2. Meminta kepada pemerintah dan seluruh pemimpin bangsa untuk menyatukan protes keras kepada Israel dan mendesak PBB untuk ambil tindakan saksi kepada Israel.

3. Meminta kepada seluruh da’I agar mengajak masa melakukan bantuan moril dan materiil srta qunut nazilah.

4. Mengajak semua lembaga dakwah dan ormas Islam serta ormas lainnya untuk bergabung bersama mengutuk tindakan biadab zionis Israel

- M. Idris, Sek Jen IKADI-
baca selengkapnya »»
Dunia Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Sejumlah negara langsung bereaksi melihat serangan brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza. Uni Eropa, Rusia Perancis mendesak Israel untuk menghentikan serangannya. Inggris menyatakan keprihatinannya, sedangkan AS meminta Israel agar menghindari jatuhnya korban di kalangan warga sipil di Gaza.

"Rusia meyakini, pentingnya menghentikan segera serangan luas ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan bagi rakyat Palestina," kata Menlu Rusia dalam pernyataannya hari Sabtu (27/12).

Di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy mendesak Israel untuk menghentikan pengerahan pesawat-pesawat tempurnya yang telah membombardir markas-markas Hamas dan kantor-kantor polisi di Gaza. Meski demikian, Sarkozy dalam pernyataannya terkesan menyalahkan Hamas sebagai biang keladi atas serangan Israel ini.

"Presiden Prancis mengungkapkan keprihatinan yang dalam atas eskalasi kekerasan di selatan Israel dan di Jalur Gaza. Ia mengutuk keras provokasi yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan situasi ini terjadi dan penggunaan kekerasan yang berlebihan," demikian pernyataan yang dirilis kantor Sarkozy.

Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka.

Sementara itu, helikopter-helikopter Israel masih melayang-layang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 180 warga Gaza. Dipekirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami luka-luka berat dan ringan.

Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan hari ini. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas.

BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka.

Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza. (ln/iol/prtv/aljazeera)
baca selengkapnya »»

27 Desember 2008

Harga Hubbud-Dun-Ya (Cinta Dunia)
Oleh : Ust. Musyaffa A. Rahim, Lc.
Kenangan indahnya ghonimah perang Badar masih begitu terasa pada sebagian ummat Islam. Rampasan perang yang pada ummat-ummat terdahulu diharamkan itu, kini dihalalkan Allah SWT bagi ummat Islam.

Keindahan itu masih terus membekas dan turut menjadi pendorong sebagian mereka untuk berangkat dan ikut serta dalam perang Uhud.

Seandainya kita yang mendapatkan harta 'melimpah' itu, tentu banyak hal yang bisa kita lakukan; membayar hutang, modal untuk memulai usaha atau wiraswasta, menikah (kalau masih bujangan), atau menikah lagi bila sudah beristri, membayar kontrakan yang hampir jatuh tempo, bahkan membeli tanah dan membangun rumah sekaligus, membeli mobil, melengkapi isi rumah dengan perabot-perabot 'modern', membayar iurang sekolah anak yang sudah sekian lama menunggak, dan macam-macam lainnya.

Ini jika kita yang menerima dan mendapatkan rapasan perang atau ghonimah itu. Bagaimana dengan sebagian sahabat nabi SAW pada waktu itu? Marilah kita simak penuturan Ibnu Mas'ud RA berikut ini: "Kami tidak merasa bahwa ada seseorang dari sahabat Nabi SAW menginginkan dunia dan perkakasnya sehingga terjadilah peristwia Uhud."
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak firman Allah SWT berikut ini: Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih pada urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.

Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 152) Ayat ini menjelaskan bahwa:

1. Pada awal perang Uhud, Allah SWT telah memenuhi janji-Nya yang berupa kemenangan atas kaum musyrikin di bawah pimpinan Abu Sufyan.

2. Kemudian kaum muslimin tertimpa beberapa hal, yaitu:
a. Fasyal (takut dan lemah)
b. Tanazu' (berselisih)
c. Ma'shiyat (mendurhakai perintah dan tidak taat)

3. Karena beberapa hal inilah kemenangan yang sangat dicintai itu kemudian berubah menjadi kekalahan.

4. Hal itu terjadi karena ada sebagian kaum muslimin yang menginginkan atau mencintai dunia.

Dalam buku-buku sirah disebutkan bahwa pada awal berkecamuknya perang Uhud, kaum muslimin berhasil memukul mundur orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik yang terpukul mundur lari tunggang langgang meninggalkan banyak harta rampasan perang.

Melihat begitu banyaknya harta yang tercecer, sebagian kaum muslimin tergiur untuk segera memunguti dan mengumpulkannya. Yang lebih fatal, sebagian pasukan pemanah yang ditempatkan di gunung Uhud-pun ikut "turun gunung". Padahal tugas utama mereka adalah membentengi pasukan Islam dari kemungkinan serangan dari belakang. Benar saja, pasukan musyrik di bawah pimpinan Khalid bin Al Walid (sebelum ia masuk Islam pada kemudian hari) segera menyerang dari belakang, saat melihat pertahanan pada bukit Uhud melemah, melemah karena ditinggalkan banyak penjaganya yang asyik dan sibuk memunguti dan mengumpulkan harta rampasan perang.

Memang benar, yang menginginkan dunia (baca: cinta dunia) bukanlah keseluruhan pasukan Islam (baca: hanya beberapa oknum). Akan tetapi, bukankah ini menunjukkan bahwa barisan pasukan Islam tidak lagi utuh? Bukankah ini menunjukkan bahwa tujuan dan target mereka tidak sama lagi? Sebagian menginginkan akhirat dan sebagian lagi menginginkan dunia? Bukankah pula ini menunjukkan bahwa kejernihan dan kebeningan ikhlash telah terkotori oleh polusi interest pribadi atau kelompok dan cinta dunia? Kita harus mengingat dan sadar, bahwa perang Uhud bukanlah sekedar perang biasa.

Perang Uhud adalah peperangan aqidah (idiologi), peperangan nurani di samping peperang di medan laga. Dan tidak ada kemenangan pada peperangan di medan laga, bila dalam peperangan idiologis dan peperangan nurani kaum muslimin tidak mendapatkan kemenangan. Kita juga harus mengingatkan bahwa perang Uhud adalah peperangan fii sabilillah, dan Allah SWT tidak akan memberikan kemenangan pada peperangan seperti itu jika niat tidak ikhlash, tidak tulus, dan tidak jernih.

Karena adanya perubahan pada hati dan nurani sebagian kaum muslimin itu, berubah pulalah keadaan di medan laga. Kini pasukan Islam terjepit di antara dua kekuatan musuh. Sungguh, sebuah keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Kaum muslim pun harus membayar mahal atas cinta sebagian mereka kepada dunia itu:

1. Lima ribu malaikat yang dijanjikan Allah SWT akan diturunkan, tidak jadi diturunkan, karena janji itu terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu: tsabat (tegar), termasuk dihadapan godaan harta.

2. Dalam peperangan ini, telah terbunuh sebagai syuhada' sebanyak 69 orang, termasuk di antaranya: Sayyidus Syuhada' Hamzah bin Abi Thalib, paman nabi SAW, dan orang yang sangat beliau cintai.

3. Rasulullah SAW sendiri pada peperangan itu ikut membayar ulah beberapa oknum sahabatnya, beliau terperosok ke dalam lubang jebakan yang dibuat kaum musyrikin, dan hampir saja beliau SAW terbunuh. Empat gigi depan beliau SAW pecah dan tanggal. Muka beliau terluka oleh jepitan topi besi yang beliau kenakan.

4. Belum lagi kerugian-kerugian materiil dan kerugian-kerugian lainnya.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap tabah, sabar, dan tsabat dalam meniti jalan Allah yang lurus (shiratal mustaqim), termasuk tabah, sabar, dan tsabat dalam menghadapi godaan harta dan "ghonimah" era "REFORMASI". Aamiin.

sumber: pks-kab-bekasi

baca selengkapnya »»

24 Desember 2008

Mudzakirat Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah
Rabu, 04 April 07

Jadilah kalian orang-orang yang …
atsbatuhum mauqiifan ...yang paling kokoh atau tsabat sikapnya
arhabuhum shadran ...yang paling lapang dadanya
a’maquhum fikran ... yang paling dalam pemikirannya
ausa’uhum nazharan ... yang paling luas cara pandangnya
ansyatuhum ‘amalan ... yang paling rajin amal-amalnya
aslabuhum tanzhiman ... yang paling solid penataan organisasinya
aktsaruhum naf’an ... yang paling banyak manfaatnya



1. Atsbatuhum mauqiifan (tsabat sikapnya)
Tsabat adalah nafas rijalul haq sepanjang zaman. Ia adalah nafas Al Khalil Ibrahim as yang selalu sehat berenergi bahkan ketika menghadapi gunungan kayu yang akan melahapnya, Bilal yang tegar ditindih batu, Sumayyah martir syahidah muslimah, dan sahabat yang lain.

”Orang-orang yang tsabat harus bersabar atas anggapan bahwa perjuangan mereka dibayar, cita-cita mereka disetir, dan tujuan mereka dunia, sehingga semua tak ada yang tabu. Sogok, suap, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan, fitnah, pemutarbalikan fitnah mereka halalkan, tak peduli bendera apapun yang mereka kibarkan: demokrasi, kekyaian ataupun HAM. .. Maka diperlukan ketsabatan untuk sampai pada saatnya masyarakat memahami kiprah da’i yang sesungguhnya, jauh dari prasangka mereka yang selama ini terbangun oleh kerusakan perilaku da’wah oleh sebagian kalangan.”(Untukmu Kader Dakwah, Rahmat Abdullah)

Tsabat artinya memiliki kekokohan sikap dan keteguhan prinsip, amanah, dan profesional dalam segala hal. Tidak menggadaikan prinsip dengan materi, tidak menukar keyakinan dengan jabatan. Bekerjalah dan berkaryalah dengan keyakinan sikap dan prinsip untuk membuktikan janji, meneguhkan komitmen untuk meraih taqwa.

Yakinlah dengan jaminan Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat 41:30)

2. Arhabuhum shadran (lapang dadanya)
Sikap paling menonjol dari Nabi saw adalah lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman. Teladanilah Rasulullah, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Itulah keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka...” (QS Al Imran 3:159)

3. A’maquhum fikran (dalam pemikirannya)

4. Ausa’uhum nazharan (luas cara pandangnya)
Point ke tiga dan ke empat ini digabungkan dalam satu frase: spesialis dan berwawasan global. Dengan spesialisasi, diharapkan fokus pada keahlian atau keterampilan tertentu, sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Dan dengan berwawasan global, diharapkan tidak berpikiran sempit dan ‘terkotak-kotak’ pada bidang tertentu, sehingga melupakan kepaduan pemahaman terhadap ilmu dan pengembangan dunia kontemporer.

Hal ini dicontohkan oleh pribadi para ilmuwan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Biruni, dan lain-lain. Mereka adalah spesialis pada bidang-bidang tertentu, tetapi memiliki wawasan global terhadap perkembangan dunia di masanya. ”Belajarlah menggabungkan antara pengetahuan yang komprehensif, bersifat lintas disiplin dan generalis dengan penguasaan yang tuntas terhadap satu bidang ilmu sebagai spesialisasinya. Dengan begitu, sebagai seorang dai, Anda senantiasa berbicara dengan isi yang luas dan dalam, integral dan tajam, berbobot dan terasa penuh.” (Menikmati Demokrasi, Anis Matta)

5. Ansyatuhum ‘amalan (rajin amal-amalnya)
“Sesungguhnya amal yang dicintai Allah adakah yang berkelanjutan, meski itu sedikit.” Adalah bukan perkara mudah untuk istiqomah dalam amal ibadah, tapi mungkin dan bisa, asalkan kita membiasakan. At first we make habbit, at last habbit make you. Keseriusan, ketekunan dan kerja keras itulah yang mengantarkan seseorang pada derajat mulia, seperti ketekunan Bilal bin Rabbah yang menjaga dengan istiqomah kondisi suci dengan wudhu dan sholat 2 rakaat setelahnya yang berbuah surga.

6. Aslabuhum tanzhiman (solid penataan organisasinya)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 61:4)

”Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan di dalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien, dan produktif.

Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan-keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain.” (Dari Gerakan ke Negara, Anis Matta)

Bagaimanapun, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a “Kebenaran yang tak terorganisir akan terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”. Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, dan kalau ada, biasanya tanpa manajemen. Seorang penumpang bis kalah ’sukses’ dengan ‘jamaah’ penjambret. Copet-copet bisa ’sukses’ karena organisasinya solid, jibakunya luar biasa. Jaringan narkoba ’sukses’ karena ketaatan dan kedisiplinan menjaga ’amanah’ jaringan mereka. Maka bila mereka bisa bersatu dalam dosa dan kejahatan, apatah lagi yang berjuang di jalan Allah, harus lebih rapi dan solid lagi dalam penaatan organisasi.

7. Aktsaruhum naf’an (banyak manfaatnya)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Tirmidzi)

Raihlah bahagia dengan berkiprah, ringan membantu sesama dan senang membahagiakan orang. Jadilah pribadi andal layaknya bibit yang baik. Bibit yang baik, kata Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam “Mudzakirat Da’wah wa Ad Da’iyah”, di manapun ia ditanam akan menumbuhkan pohon yang baik pula. Itulah sebaik-baik manusia, shalih linafsihi hingga naafi’un lighairihi.

”Perumpamaan mukmin itu seperti lebah. Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak.” (HR. Thabrany)

“Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu.” (HR. Ath-Thabrani) Milikilah Allah dengan selalu dekat dengan-Nya. Milikilah Rasulullah dengan mantaati dan meneladaninya. Milikilah syafaat Al Qur’an dengan membaca(tilawah), merenungkan(tadabbur), menghafalkan(tahfidz), mengamalkan dan mendakwahkannya. Miliki dengan memberi.

Wallahu ‘alam bish showab

baca selengkapnya »»

22 Desember 2008

Musyawarah Majelis Syura X:
Sikap politik PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung dan berperan aktif dalam usaha memerangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Berikut ini adalah enam sikap politik PKS terhadap beberapa kondisi aktual Bangsa.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung dan berperan aktif dalam usaha memerangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Oleh karena itu PKS memandang posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap diperlukan di Indonesia dan bahkan harus diperkuat peranannya dengan menghadirkan KPK di daerah-daerah disertai dengan penyediaan tenaga-tenaga profesionalyang memiliki integritas tinggi. PKS juga berharap KPK dapat masuk ke dalam masalah-masalah korupsi yang memiliki dampak besar bagi kehidupan bangsa Indonesia, seperti dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan BUMN-BUMN strategis.

Dalam menghadapi krisis global, PKS mengapresiasi kebijakan yang telah diambil Pemerintah dan Bank Indonesia sebagai langkah yang cukup efektif untuk meredam kepanikan. Namun ini harus dijaga keberlanjutannya untuk menghasilkan ekspektasi publik yang positif atas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia, karena dampak krisis ini masih akan panjang. Dalam jangka pendek perlu dikembangkan langkah-langkah yang memberikan dukungan kongkrit kepada sektor riil diantaranya: stabilisasi harga, fasilitasi pengembangan pasar ekspor alternatif, menurunkan harga BBM, dll. Dalam jangka panjang untuk menghindari krisis lebih lanjut penting dilakukan perumusan kebijakan ekonomi alternatif yang telah terbukti handal dalam menghadapi gempuran krisis ekonomi nasional 1998 dan krisis global saat ini, seperti yang sudah mulai dirintis oleh Pemerintah RI melalui penerapan UU Perbankan Syariah dan UU Surat Berharga Syariah Nasional (Sukuk).

Dalam spirit menyambut hari Sumpah Pemuda, rasa tanggung jawab dan cinta terhadap masa depan bangsa PKS menuntut segera atas pengesahan RUU Pornografi dalam rangka komitmen melaksanakan Pancasila, UUD 1945, menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan kualitas seni budaya dan moralitas bangsa dalam semangat menghormati bhinneka tunggal ika.

Pentingnya mengawasi realisasi pelaksanaan anggaran belanja negara 20% untuk pendidikan nasional agar tidak menjadi lahankorupsi baru yang bertentangan dengan semangat merealisasikan ketentuan UUD itu. KPK dituntut untuk jeli mengawasi hal ini.
Mendesak kepada pihak PT Lapindo Brantas untuk lebih bertanggung jawab terhadap korban-korban kasus lumpur Lapindo, dan mendesak Presiden untuk segera merevisi Keppres tentang perluasan peta daerah terdampak.

Pertimbangan Koalisi:
1. PKS akan memperjuangkan Indonesia Madani yang adil, sejahtera dan bermartabat

2. PKS siap berkoalisi dengan berbagai komponen bangsa yang sejalan dengan platform PKS untuk membangun Indonesia.

3. PKS akan berkoalisi dengan pihak-pihak yang:
a. Reformis dan anti korupsi
b. Sungguh-sungguh berjuang untuk kesejahteraan bangsa
c.Mampu mengelola Pemerintahan dan Negara secara professional

Sidang pleno Majelis Syuro PKS ke-10 menetapkan kandidat pemimpin Nasional dari kader PKS sebagai berikut:

1. DR. H.M. Hidayat Nur Wahid
2. Ir. H. Tifatul Sembiring
3. DR. H. Salim Segaff Al Jufri
4. H.M. Anis Matta Lc.5. Prof. DR. H. Irwan Prayitno
6. H. Suharna Surapranata M.T.
7. DR. H. Sohibul Iman MSc.
8. DR. H. Surahman Hidayat, M.A.

Jakarta, 26 Syawal 1429 H / 26 Oktober 2009
sumber: ( PIP PKS-Malaysia pks-malaysia.org)
baca selengkapnya »»

20 Desember 2008

REKOMENDASI MAJELIS SYURO

A.Soliditas Kader dan Struktur
1. Mewajibkan kader , pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS untuk terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah

2. Mewajibkan semua kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS untuk menampilkan keteladanan ; sikapnya (qudwah hasanah), dan menjauhkan berbagai sikap yang dapat merusak nama baik dirinya, nama baik PKS, dan melemahkan soliditas internal.

3. Mendorong semangat amar ma’ruf nahi munkar di kalangan kader, struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS, dengan tetap mengedepankan cara yang santun, beradab, procedural, dan sikap lapang dada dalam menerima koreksi dan kritik.

4. Meningkatkan tsiqoh mutabadillah antara kader dan qiyadah di seluruh jenjangnya.

5. Memperluas sosialisasi AD/ART dan platform Partai kepada seluruh kader, pejabat structural, dan tokoh public yang mewakili PKS

6. Melakukan publikasi berbagai bentuk keberhasilan dakwah secara berkala kepada kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS agar tumbuh optimisme dan semangat juang.

7. Melakukan pemetaan persoalan internal PKS secara integral dan menasional, dalam rangka menyelesaikan permasalahan internal secara tuntas.

8. Menegaskan hubungan keorganisasian yang baku sesuai dengan kaidah-kaidah organisasi antara DPP – TPPN di satu sisi, serta SC – OC TPPN di sisi yang lain.

9. Optimalisasi BPK sebagai lembaga yang berwenang melakukan ri’ayah mustamirrah wamutawashilah (maintenance berkelanjutan) terhadap amaliyah tarbawiyah

10. Mengamanatkan kepada MPP untuk menyusun mekanisme jarring aspirasi dan sosialisasi putusan MS kepada seluruh kader, pejabat structural, dan tokoh public yang mewakili PKS

11. DPTP menginformasikan kebijakan strategis yang dibuatnya kepada semua anggota MS

12. Memperjelas system dan mekanisme evaluasi dan monitoring segala bentuk produk yang bersifat dhawabith, dan pedoman yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi partai.

13. Mengamanatkan kepada MPP untuk segera menyelesaikan pedoman reward and punishment dalam promosi, proyeksi, dan nominasi

B. Mekanisme dan Penentuan Kebijakan
14. Konsistensi pengambilan keputusan di semua level struktur sesuai dengan AD/ART, pedoman, serta panduan Partai.

15. Menegaskan kembali pentingnya menjaga adab dan sirriyatul mudawalah (kerahsiaan dialog internal) di seluruh rapat resmi partai di luar pernyataan resmi, dan pentingnya memastikan agar rapat resmi partai hanya di hadiri oleh orang-orang yang berhak atau diizinkan di dalam ruang rapat.

16. Melakukan penguatan aspek dokumentasi, rencana, produk dan notulensi rapat serta
sosialisasi dan control pelaksanaannya.

C. Pendanaan
17. Meningkatkan transparansi dan accountability keuangan dan asset Partai dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip amny


18. Melakukan diversifikasi dalam fund rising dan pelibatan kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS, dengan mempertimbangkan panduan pencarian dana yang telah dibuat oleh DSP

D. Penanganan Qadhiyah Kader
19. Mewajibkan semua kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS agar meningkatkan pengendalian diri dan terhadap prilaku, tampilan, dan pernyataan yang berpotensi menimbulkan dampak negative bagi soliditas internal.

20. Optimalisasi lembaga tarbawi dan tanzhimi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut individu kader secara adil, transparan dan non diskriminatif.

21. Menguatkan fungsi tarbawi dan da’awi seluruh kader, pejabat struktur dan tokoh public yang mewakili PKS, seiring dengan fungsi mereka dalam pemenangan Pemilu.

E. A’iliyah
22. Membentuk lembaga ta’awun dan takaful yang secara khusus menangani persoalan kader

23. Menganjurkan seluruh kader, pejabat struktur, dan tokoh public yang mewakili PKS untuk meningkatkan sikap kepedulian dan empati terhadap persoalan ma’isyah kesehatan para kader secara khusus, dan masyarakat secara umum.

F. Mutaba’ah Keputusan
24. Memerintahkan kepada struktur agar segera melaksanakan klausul dalam AD/ART yang berkenan dengan “pernyataan di atas materai sebagai kader”
baca selengkapnya »»